“Kenapa dia bisa trauma sama dokter?” tanya Yudis. Romeo kemudian meminta Yudis untuk mengizinkannya yang mengompres Ara. Tapi Yudis menolak. “Jawab dulu pertanyaaku tadi!” ucap Yudis. “Nanti aku jelaskan, tapi tidak di sini!” Yudis kemudian menarik napas panjang. Dia harus menahan kesabaran, karena dia paling benci dengan rasa penasarannya kalau tidak segera mendapat jawaban. Romeo kemudian mendekat untuk ikut merawat Ara. “Sebaiknya kau pulanglah! Biar aku yang merawat Ara!” ucap Yudis. “Ogah!” jawab Romeo ketus. Yudis kemudian melotot ke arah Romeo geram. “Gue enggak mau pergi, karena Ara lagi sakit. Dan gue takut kalau loe malah m***m sama dia!” jawab Romeo. “Hei, kenapa kamu ngomong kayak gitu sama orang yang jauh lebih tua darimu!” ucap Yudis marah. Dia tidak terima kala

