Yudis kemudian melajukan kembali mobilnya menuju rumah Bunda. Ara sepertinya masih merasa percaya tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi padanya dan Yudis. Yudis juga sepertinya merasakan hal yang sama, dia juga tidak percaya kalau hari ini banyak yang berubah. Sampai di depan rumah Ara, karena masih merasa malu dengan situasi yang baru Ara langsung turun dari mobil tanpa menunggu Yudis. Bundanya langsung menyambut Ara dengan sukacita begitu mendengar ada suara mobil berhenti di depan rumahnya. “Bunda, Ara kangen!” teriak Ara sambil memeluk manja Nayya seperti anak kecil. “Bunda juga kangen sama putri Bunda yang cantik,” jawab Bunda Nayya sambil merangkul Ara masuk ke dalam rumah. “Selamat sore Bunda!” Yudis datang menyusul sambil membawa sebuket bunga yang cantik. “Wah, ter

