Ingatan Yang Mengerikan Dan Identitas Dokter

3232 Kata

Pagi ini, Senna sudah di bawa CID ke rumahnya. Duduk di sofa, dengan perasaan tak tenang. CID membuatkannya teh hangat. Dan, kopi untuk Mad. Setelah kejadian semalam—Mad, lebih banyak diam. Pun, gara-gara berita semalam—ponsel CID terus berdering. Ayahnya menelepon puluhan kali. Juga meninggalkan pesan. “Kau sudah gila?!” “Dimana kau?” “Kenapa tak mengangkat teleponku?” “CID, Kau sungguh ingin menghancurkan hidupmu dan hidup Ayah?!” “CID—Nak, ini Ibu. Kau.. Baik-baik saja, kan? Telepon Ibu, kalau kau sudah tidak sibuk.” CID mendesah penuh sesal, saat membaca pesan dari Ibunya. Kemudian, menelepon sang Ibu, yang dari dering pertama langsung di jawab. “Bu.. maaf, sudah membuatmu khawatir.” “Kau baik baik saja, kan? Sudah makan?” “Ya. Ibu bagaimana?” “Itu CID?” terdengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN