Mobil bagian kemudi penyok parah. Kap depan mobil terbuka. Asap kecil keluar dari situ. Truk penabrak sudah menghilang. Menyisakan serpihan-serpihan kaca yang berserakan. Beruntungnya, Mad dan CID memakai sabuk pengaman. Jadi, mereka tidak terpental keluar mobil. Entah kenapa, sore itu jalanan sepi. Langit senja, sudah berubah gelap. CID menggeliat. Mendesis kesakitan. Matanya sulit terbuka. Pusing dan sakit kepala dirasanya. Pelipis berdarah. Terkena serpihan kaca. “Mad.. Kau baik-baik saja?” CID mencoba menengok pada Mad, yang bernapas cepat. “Mad! Kau tidak apa-apa?” “CID.. Jangan sentuh aku. Rasanya, leherku patah.” CID terbelalak. “Jangan bergerak, Mad. Aku akan mencari bantuan.” CID bergerak dengan sekuat tenaganya. Mencari ponselnya. Namun, tidak kunjung di temukan. Me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


