CID dan Lea tengah saling pandang, di ruang interogasi. CID melipat tangan di d**a. Percakapannya dengan Billy kemarin—terputar kembali di ingatannya. ** Di Rumah Sakit “Aku ada ide, Paman,” kata Billy. “Ide apa?” “Bilang saja pada Lea—jika kau sudah berhasil menangkap Bara.” CID mengernyit. “Lalu?” “Katakan saja padanya—jika Bara sudah di temukan.” CID mendesah panjang, mengingat itu. “Apalagi yang ingin kau bicarakan? Segera urus persidangan ku. Ah.. Aku boleh menyewa pengacara, kan?” “Tentu. Silakan sewa pengacara sebanyak apapun. Tapi.. Aku ingin menanyakan sesuatu.” “Tanyakan saja.” “Seberapa besar rasa percayamu pada Bara?” “Haha. Kenapa kau menanyakan hal itu? Apa kau mau menyingkirkan Bara dan menjadi kekasihku?” “Kalian berkencan?” “Well, begitulah. Bukankah dia

