tak menyangka

1579 Kata
ditempat berbeda terlihat keluarga rianty sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk makan malam nanti. "wahh begitu menggugah selera" celetuk rianty sambil menatap banyaknya hidangan di meja.. " pergilah siapkan dirimu, anak mama harus terlihat lebih cantik dari biasanya" Elis mencubit pipi anaknya.. "baiklah mamaku sayang" jawab rianty seraya menuju kembali ke kamarnya, belum sempat iya menaiki tangga ia terhenti dengan pertanyaan mamanya.. "apa itu menandakan kau sudah setuju dengan perjodohan ini sayang?".. rianty tak menjawab di melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju kamarnya.. biarlah ini berjalan sesuai keinginanmu ma, setelah hari ini,berjodoh atau tidak setuju atau tidak tergantung aku dan pria itu yang menjalani.. bel pintu rumah rianty berbunyi menandakan keluarga besar sahabat mamanya itu sudah datang, tante Lusi, om Fredy suami Lusi, Raka, Laras, dan si bungsu putri. Elis pun mempersilahkan mereka masuk langsung menuju meja makan yang sudah di siapkan. rianty sudah selesai dengan ritual make-up nya, rambut lurusnya dibiarkan terurai, dia terlihat elegan dan mempesona dengan dress dusty pink selutut, tanpa lengan, memperlihatkan sedikit bagian dadanya, dan terbuka di bagian belakang menampilkan punggung mulusnya, tak lupa memakai kalung sebagai aksesorisnya. tok..tok.. seseorang mengetuk kamar rianty, yang tak lain adalah asisten rumah tangga, mbok Rumi.. " non sudah di tunggu di bawah sma ibu dan bapak" ucap mbok Rumi.. "iya mbok, aku turun sekarang".. rianty menuruni tangga dengan santai tak ada perasaan gugup sama sekali, karena perjodohan ini bukan keinginannya melainkan keinginan mamanya, jadi di menganggap sepele pertemuan ini, dia berfikir setelah makan malam baru akan memutuskan tegas sikap apa yang akan ia ambil untuk memperjelas perjodohan ini.. sesampainya di anak tangga terkahir rianty menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah meja makan dengan tatapan tak percaya,. ya dia melihat Raka berada disana sedang asik mengobrol dengan keluarga nya.. Raka? kenapa dia ada disini?... jangan bilang Raka anak pertama Tante Lusi? ya Tuhan aku harus bersikap bagaimana, Raka adalah sahabatku, melihat dia disana membuat aku sangat gugup, lebih baik aku kembali ke ke kamar dan pura-pura sakit, aku tidak siap dengan pertemuan ini, tidak, aku tidak siap bertemu Raka sebagai calon suamiku, pantas saja Alice begitu yakin aku akan menerima perjodohan ini.. baru satu langkah rianty menaiki tangga, tiba-tiba seseorang memanggil namanya sontak ia menghentikan langkahnya. mampus gue udah ketangkep basah.. gumam rianty sambil menoleh ke arah suara tersebut. dia bahkan lebih kaget lagi saat sosok yang memanggilnya sudah berada tepat didepannya.. "aaaahhhhh, Raka ngapain tiba-tiba muncul disini?" dengan ekspresi kaget luar biasa.. "kenapa kamu balik ke atas, yang lain udah pada kelaperan nungguin kamu."Raka menuntun tangan rianty menuju meja makan, rianty duduk saling berhadapan dengan Raka, kedua keluarga itu mulai menikmati hidangan, dengan obrolan santai sesekali canda gurau, hanya rianty yang terlihat tegang dan tak bersuara hanya ketika keluarga Raka memberinya pertanyaan di akan bersuara. rianty memperhatikan Raka sedang menikmati makan malamnya, begitu banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan, dia pun langsung cepat menunduk dan menikmati makannya ketika Raka balik menatap dirinya, aaiishhhh ketauan deh lagi ngeliatin... batin rianty.. Raka tersenyum geli melihat kepanikan rianty yang terlihat sangat imut, Raka terus menatap rianty intens, your so sexy rianty.. ucap Raka dalam hati.. selesai makan malam rianty pamit kembali ke kamarnya, kedua keluarga itu pun memaklumi dan membiarkan Rianty menenangkan dirinya karena mereka yakin rianty sangat shock melihat Raka sebagai pria yang di jodohkan dengannya.. sesampai di dalam kamar rianty masih diam duduk di ranjang tenggelam dalam pikirannya, hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.. tok tok tok, rianty pun menjawab mempersilahkan masuk.. ceklek pintu terbuka memperlihatkan sosok Raka masuk kedalam kamarnya, tentu saja dengan ijin dari keluarganya.. raka duduk di sebelah rianty "aku tau kamu tidak menyangka dengan perjodohan ini, tapi aku ingin kamu tau aku menyetujuinya, aku menerima kamu sebagai calon istriku, dan aku berharap kamu pun sebaliknya, menerima aku sebagai calon suami kamu" ucap Raka tegas. ucapan Raka itu sukses membuat rianty menoleh kearahnya dan menatapnya intens, mereka saling menatap dengan pikiran masing-masing rianty diam tak membalas ucapan Raka, tak da kata yang bisa ia keluarkan, semuanya begitu tiba-tiba.. Raka mencium bibir rianty, hanya sebuah kecupan tak lebih, rianty membulatkan matanya lagi-lagi ia dikagetkan dengan hal tak terduga untung saja jantungnya masih kuat.. "aku ingin segera mendengar keputusanmu, aku akan membiarkan kau berfikir dulu," Raka langsung keluar meninggalkan rianty yang mematung nyawanya entah melayang kemana.. Malam semakin larut terlihat dua sejoli telah menyelesaikan makan malam nya, raut wajah memancarkan kebahagiaan masih terlihat sangat jelas pada mereka berdua. "Apa kau ingin makan sesuatu yang lain, di luar hidangan ini, " tanya Calvin "tidak, aku sudah kenyang" jawab Alice "ya sudah, lebih baik kita balik ke hotel, ini sudah semakin larut, aku yakin kamu juga lelah," ajak Calvin sambil menggenggam tangan alice di atas meja, Alice hanya mengangguk mengiyakan.. setelah sampai di loby terlihat pegawai hotel menghampiri dan menyerahkan key card kepada Calvin, tanpa menunggu lama Calvin dan Alice langsung bergegas Menaiki lift menuju kamar VIP yang sudah di sediakan. sesampai nya di kamar hotel Alice merasa gugup dan salah tingkah, ia ingin komplen kenapa Calvin hanya memesan satu kamar, sebelum dia mengutarakan keinginannya itu Calvin sudah lebih dulu menjelaskan. Calvin menarik Alice kedalam dekapannya satu tangannya merangkul pinggang alice yang satu nya lagi membelai ank rambut Alice yang menutupi wajah gadis itu. "aku hanya memesan satu kamar,aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu, dan kamu gak usah khawatir aku tidak akan berbuat macam-macam," Calvin mengecup kening alice "pergilah bersihkan diri mu lalu istirahat," Alice langsung bergegas menuju kamar mandi jantungnya bisa copot bila terus berada di dekat calvin, ia memulai ritual mandi mandinya memanjakan diri berendam air hangat dengan wangi lavender dan kelopak bunga yang memenuhi bathtub. setelah puas dengan ritual mandinya alice hanya mengenakan handuk kimono, tanpa Daleman tentunya, ia merasa baju dan Daleman sudah kotor karena seharian bermain di pantai, Alice pun bingung harus mengenakan baju apa tidak mungkin ia tidur hanya mengenakan handuk kimono nya. ak tidak mungkin tidur dengan mengenakan kimono ini, aku ingin menyuruh Calvin membelikan ku baju ganti, tapi tidak mungkin, ini sudah lewat tengah malam, mana ada toko baju yang masih buka, harusnya aku mempersiapkan baju ganti di dalam tas untuk jaga-jaga jika hal seperti ini akan terjadi... bodoh Alice.. sambil memikul-mukul kepalanya... lebih baik aku keluar dulu saja.. Alice keluar kamar mandi dengan langkah ragu, terlihat calvin duduk bersandar di pinggir ranjang fokus ke arah laptop di pangkuannya.. meski sedang bahagia ia tetap memantau pekerjaan nya,.. Calvin pun menyadari kehadiran Alice lalu menutup laptop dan menghampirinya, merangkul pinggang Alice. "kamu sangat wangi, aku menyukai harum di tubuhmu,".. cup,, lagi Calvin mencium kening Alice, apa kabarnya dengan Alice? ya dia hanya diam tersipu malu, dan pipi yang sudah merona, dia bahagia dengan perlakuan Calvin yang begitu romantis.. jauh dari image dingin yang melekat selama ini. "aku sudah menyiapkan semua yang kau butuhkan disana, pilihlah yang kau suka," Calvin menunjuk ke arah lemari..Alice pun menoleh kearah yang di tunjuk Calvin, lagi-lagi dia mendapat perlakuan romantis, pria itu begitu mengerti keadaan dan sudah mempersiapkan semuanya, Alice bahkan tidak berfikir sejauh itu.. Alice mengalungkan tangannya di leher Calvin, menatap Calvin dengan perasaan bangga, lalu mencium lelaki itu, anggap aja sebagai Hadiah karena Calvin sudah menjadi pria yang begitu sempurna untuk dirinya... Calvin membalas ciuman Alice lembut, mereka terbuai dan larut dalam hasrat masing-masing, ciuman itu berubah menjadi sangat b*******h, Calvin melepas tali dan membuka kimono Alice melemparnya ke sembarang arah, terlihat tubuh naked Alice, dengan kulit mulusnya yang sempurna, Calvin menggendongnya ala bride style dan merebahkannya di kasur tanpa melepas ciuman mereka, "ahh"..desahan Alice terdengar begitu sexy kala Calvin mulai meremas dan memainkan niple bukit kembarnya, sontak itu membuat gairah Calvin semakin menggebu-gebu, terasa sesak dibawah sana, junior nya sudah mengeras dengan sempurna. Calvin terus menciumi setiap inci tubuh Alice dan memberikan tanda kemerahan disana, Calvin mulai memasukan jarinya ke lubang kenikmatan Alice, Alice terpekik nikmat, Calvin memaju mundurkan jarinya lembut, Alice mengerang tak tahan dengan perlakuan lembut Calvin dia menginginkan lebih "faster please, ahhhh" calvin tersenyum puas di mengikuti keinginan gadis itu, hingga tiba Alice mencapai pelepasannya,dengan nafas yang masih memburu dan keringat yang membasahi dahi.. terlihat jari-jari Calvin yang basah karena cairan nikmat Alice, "kau sangat luar biasa baby," seraya menyeka keringat di wajah Alice. "Aku akan membersihkan diri dan menyelesaikan urusanku" calvin beranjak meninggalkan Alice menuju kamar mandi, ia seorang laki-laki normal tidak mungkin ia bisa menahan gairah seksual nya, ia mendinginkan badan dan mengeluarkan hasratnya dengan tangan, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Alice masuk masih dengan tubuh tanpa sehelai benangpun, "apa kau butuh bantuan" Alice mendekatkan dirinya pada Calvin dan menyentuh junior Calvin, "ah" Calvin mendesah saat Alice menyentuh juniornya, Alice mulai memainkan junior Calvin, Calvin hanya pasrah mendongak keatas memejamkan mata, "touch it with your mouth" pinta calvin dengan suara beratnya.. Alice mengecup pucuk junior Calvin, lalu mengulumnya naik turun dengan tempo yang lambat, junior Calvin yang besar terasa penuh di mulut Alice, tak ingin berlama-lama Alice mulai mempercepat temponya.. Calvin mengerang nikmat "i wanna c*m, inside or outside?" tanya Calvin yang sudah tak tahan, Alice hanya menatap dan memberi kode untuk mengeluarkan di dalam mulutnya "are you sure?" Alice mengangguk, Calvin berteriak kencang memejamkan mata, mendongakan kepalanya ke atas tanda pelepasannya, cairan nikmat itu memenuhi mulut Alice, Alice bergegas memuntahkan cairan itu dan mencuci mulutnya, sungguh itu baru pertama kali ia rasakan. mereka kembali ke kasur king size itu dan mulai terlelap dengan posisi Alice membelakangi Calvin dan Calvin memeluknya dari belakang menaruh tangannya di diperut Alice..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN