bc

Goodbye, Hello

book_age0+
72
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
friends to lovers
K-pop
drama
sweet
bxg
like
intro-logo
Uraian

Detik ketika mereka jatuh cinta, detik itu pula semua menjadi rumit.

Cast : Min Yoongi (BTS Suga), Yoon Jihan (OC), Park Jimin (BTS Jimin).

Cover by. Yeoniverse

chap-preview
Pratinjau gratis
01. End and Beginning
Cinta pertama menyakitkan, cinta tak berbalas menghancurkan hati . . . Di kamarnya Jihan menatap foto laki-laki yang dia sangat sukai. Sunbae di sekolahnya. Seorang pemain basket yang diidolakan banyak gadis, laki-laki yang berhasil membuatnya merasa bahagia sekaligus bersedih. Bagaimana tidak, laki-laki itu adalah cinta pertamanya sekaligus cinta sepihaknya sudah semenjak setahun terakhir. (Senior) Melihat sikap sang sunbae yang begitu dingin membuat Jihan menyerah. Dia berencana untuk mengakhiri semuanya hari itu juga. Dia akan melepaskan semua yang dia rasakan pada Min Yoongi. Mungkin dia akan terlihat menyedihkan, tapi dengan cara tersebut dia berharap setidaknya dia bisa lebih lega dan memulai lembaran baru. Dia kembali menatap foto Yoongi, menghela napas. "Haruskah? Apa aku sanggup?" ucapnya lirih, "tapi aku belum siap," Jihan menutup wajahnya dengan ke dua tangannya. "Baiklah, akan kulakukan. Aku akan mengatakannya padamu." Jihan mulai berbicara pada foto Yoongi. Menguatkan hatinya Jihan meraih ponselnya, menekan-nekan nomor telepon yang sudah dia hafal di luar kepala. "Halo," sahut seseorang di seberang telepon dengan nada kelewat datar. DEG Jantung Jihan berdegup kencang. "Ha-halo, ini aku Yoon Jihan." Hening. Tidak ada jawaban dari seberang telepon. Jihan menarik napas panjang. "S-sunbae, Aku ingin bertanya apa kau. Ah.. maksudku, apa mungkin kau ada waktu sore ini? Ada yang ingin aku katakan. Jika kau tidak keberatan bisa kita bertemu? Di taman kota jam 4. B-Baiklah a-aku akan menunggu," Jihan menutup teleponnya buru-buru. Merutuki dirinya sendiri, bertanya-tanya apakah dia terkesan seperti orang yang tidak sopan karena menutup telepon begitu saja tanpa mendengar jawaban. Dia terlalu gugup dan terlalu malu untuk menunggu lawan bicara mengeluarkan suara. Jihan mengutuk dirinya sendiri. "Dasar bodoh, dia belum tentu datang kenapa kau bilang akan menunggu!" Tak lama kemudian ponselnya berdering tanda pesan masuk. "Taman kota, jam 4. Baiklah!." Jihan hampir kehilangan jantungnya. "Min Yoongi notice me? Eeei, tidak mungkin." Dia tersenyum pilu. Menghembuskan napas berat. ___ Jihan mulai bersiap. Dia hampir frustrasi memikirkan akan tampil seperti apa di hadapan Min Yoongi. Memikirkan wajahnya saja sudah membuat Jihan sesak napas. Akhirnya Jihan memutuskan mengenakan gaun one piece berwarna biru muda, sebuah jam tangan dan sepatu berwarna putih. "Apa aku sudah rapi? Apa yang harus kubawa? Aaaah. Tidak perlu, tidak perlu begini saja," Jihan mengangguk mantap menatap pantulan dirinya dalam cermin. Meraih tasnya kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Semenit kemudian dia berlari kembali ke dalam kamarnya. "Yaampun, aku hampir lupa memakai parfum." Jihan menatap pantulan dirinya pada cermin di hadapannya. Bertanya pada dirinya sendiri, kenapa dia seperti ini. "Kau hanya pergi untuk mengakhirinya, bukan berkencan. Sadar Yoon Jihan!" ___ Sesampainya di taman Jihan mengedarkan pandangan mencari keberadaan Yoongi. Jihan mendapati Yoongi telah duduk di salah satu bangku taman dan menghampirinya. Menatap laki-laki yang mengenakan kemeja biru mudah itu dari kejauhan saja membuatnya berkeringat dingin. Dia mengenakan baju yang sama denganku. Batin Jihan. Yoongi yang sadar sedari tadi sedang ditatap pun mengalihkan pandangan ke arah Jihan. Jihan terkejut. Membuatnya semakin gugup. Gugup sekali. "J-jjeogi.. ada yang ingin aku katakan padamu, S-sunbae," ucap Jihan dengan wajah memerah. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang kala laki-laki itu berdiri tepat di hadapannya. Dia merapikan rambut sebahunya yang sedikit berantakan diterpa angin. (Permisi) "Silahkan," sahut Yoongi. Dingin, tanpa perasaan. Itulah yang Jihan tangkap dari suara Yoongi. "A-aku," Jihan menghela nafas kemudian melanjutkan kalimatnya, "aku m-menyukai sunbae, alji?" ucapnya, dia berhenti untuk menunggu respon dari Yoongi. (Tahu kan?) Yoongi mengangguk perlahan dengan tatapan penuh tanya. "A-Aku sangat menyukaimu, berapa kali pun aku mengelak tetap saja kenyataannya begitu." Jihan menunduk, dia tidak berani menatap mata Yoongi. Dia takut air matanya bisa jatuh kapan saja jika dia menatap laki-laki itu. "Berkali-kali aku berusaha tidak peduli padamu pun aku tetap saja peduli." Jihan kalah. Air mata yang sejak tadi dia tahan-tahan pun akhirnya keluar juga. Yang terjadi selanjutnya hanya keheningan di antara mereka berdua. Tidak ada lagi yang bisa keluar dari mulut Jihan. Pun Min Yoongi sedari tadi hanya terus menatap Jihan, tatapan yang sulit untuk di artikan. "Lalu kenapa? Kau bisa mendapat laki-laki yang seribu kali lebih baik dariku. Tapi kenapa kau masih melanjutkannya? Aku ini laki-laki yang jahat." Sudah Jihan perhitungkan matang-matang sebelumnya. Sudah dapat dia tebak bahwa dia akan mendapat penolakan. Namun, mendengar kalimat yang Yoongi katakan sukses membuat dadanya nyeri. Air matanya tidak dapat lagi dia cegah. Mengalir begitu saja. Jihan menunduk dalam, menutup matanya kemudian mengembuskan napas lau berkata, "Karena cinta ku tulus, tak peduli kau mengabaikanku aku tetap saja mencintaimu." Yoongi yang mendengar itu hanya bisa tertegun. "Tapi jangan khawatir. Aku kemari untuk mengakhirinya," lanjut Jihan. "Maaf Yoon Jihan. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Tapi kau pasti tau, perasaan tidak bisa di paksakan," ucap Yoongi yang kini merasa bersalah. Jihan mengangkat kepala untuk menatap Yoongi. "Tidak apa-apa, aku pasti bisa melupakanmu, aku janji," ucap Jihan. Memaksakan senyumnya sambil mengulurkan tangan. Sekali saja Jihan sangat ingin berjabat tangan dengan Yoongi. Untuk sekali saja sebelum semuanya benar-benar berakhir, dia ingin dia dan Yoongi bisa berteman. Meskipun jauh dalam hatinya sungguh dia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan pahit itu, tapi dia tetap tersenyum. "Ayo berteman!" Yoongi balas menjabat tangan Jihan. "Geurae, kita berteman!" Yoongi tersenyum, Jihan pun tersenyum. (Baiklah) Itu mungkin akhir dari perasaan Jihan pada Yoongi. Tapi juga awal yang baru bagi mereka berdua. Perpisahan yang membawa mereka pada pertemuan baru. Dia dan Yoongi dengan kata 'teman' di antara mereka. Yah itu tidaklah sepenuhnya buruk. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

HOT NIGHT

read
618.5K
bc

Love Me or Not | INDONESIA

read
575.4K
bc

HYPER!

read
635.1K
bc

Orang Ketiga

read
3.6M
bc

Chandani's Last Love

read
1.4M
bc

Noda Masa Lalu

read
207.5K
bc

Undesirable Baby (Tamat)

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook