Prolog
"Hai, Daddy!"
Seorang pria tampan yang baru saja membuka pintu, menatap penuh tanya pada gadis remaja yang berdiri di depan rumah. "Kamu salah rumah, Dek," ujarnya kemudian menutup pintu. Ia tidak memiliki anak apalagi sudah sebesar itu
"Eh, tunggu!" Sang gadis menahan sebelum pintu itu tertutup rapat. "Aku anak Daddy!"
Sang pria pun mengalah meski yakin gadis itu bukan anaknya. Tetapi anak jaman sekarang itu harus diyakinkan. Jadi ia memilih untuk meladeni. Lihat saja bagaimana reaksi gadis itu saat tahu ia salah orang.
"Aku anaknya Daddy." Sang gadis memperkenalkan diri sambil memberikan tanda pengenal.
Tunggu dulu! Kenapa gadis itu memakai nama keluarganya? Atau mungkin hanya kebetulan sama? "Saya belum punya anak apalagi udah sebesar kamu. Kamu salah orang. Coba cek rumah sebelah atau sebelahnya lagi. Siapa tahu ayah kamu salah satu dari mereka."
Gadis remaja berusia dua belas tahun bernama Michelle itu menggeleng. "Enggak. Ayah aku itu Daddy!"
"Saya tidak punya anak!"
"Kalau Daddy gak percaya, ayo kita periksa ke rumah sakit. Tes DNA. Berani gak?" tantang sang gadis.
"Saya gak punya waktu. Saya sibuk! Lebih baik kamu pulang. Jangan ganggu saya atau nanti saya panggilkan satpam untuk usir paksa kamu. Sekali lagi saya tegaskan! Saya bukan ayah kamu!" Sang pria kemudian menutup pintu.