Kalila menyentuh kening Asia yang terasa hangat. Gadis itu sontak mendenguskan napas panjang. “Badan lo masih panas, Asia,” kata Kalila menatap Asia dengan tatapan galak. “Gue kan memang panas,” balas Asia dengan nada menggoda. “Malah ngajakin bercanda,” omel Kalila. “Seharusnya tadi lo di rumah aja, deh. Istirahat.” “Gue nggak apa-apa,” ucap Asia. “Gue tadi juga udah minum obat penurun panas kok.” “Lagian, sejak kapan coba lo jadi serajin ini berangkat ke kampus?” “Lo ingat, hari ini ada kuis? Ya kali gue bolos,” balas Asia. “Ya tapi kan kalau—” “Udah sih, jangan ngomel terus. Makin pusing kepala gue,” potong Asia. Dengan gemas Kalila menggigit donat yang dibelinya tadi sebagai pelampiasan rasa frustrasinya. Kalila menyerah menasihati Asia yang memaksa berangkat ke kampus mesk

