Aku terperangah. Seakan seluruh rasa marah, bingung, dan benci berkecamuk dalam diriku. Wanita itu berdiri disana, ditempat yang bersebrangan denganku dan Lean. Pakaiannyaa masih putih, namun kali ini terdapat sebuah jubah yang melingkar di lehernya. Jubah dengan simbol yang tak pernah kulihat di semua kingdom. jemarinya yang putih menggenggam erat sebuah belati. Belati tipis yang berkilat bila bertemu pandang dengan netra coklatku. Lean menarik tubuh mungilku untuk berada di belakang tubuhnya, pandangan mata lelaki itu dingin, menyiratkan suatu kebingungan yang tersirat dari matanya. aku merasa waktu berhenti berputar disekeliling kami. Seakan dentuman dan benturan pedang yang bersahutan bukanlah sesuatu yang penting saat ini. Dan oh, persetan dengan mammon mammon itu. Makhluk itu sudah

