Hari ini adalah jadwal terapi Zilya untuk kesekian kalinya. Tapi, gadis itu enggan melakukan. Harapannya sudah pupus, ketika mendengar percakapan Zada, dengan Dokter Andi beberapa waktu lalu. Padahal, Zada sudah memaksa. Tapi, Zilya tetap saja tak mau. Hal itu membuat Zada jengkel. Zada bingung, harus dengan apa dia membujuk tunangannya itu. Kini Zada menghela napas, berusaha sabar. Lelaki itu kembali ke kamar Zilya. Zada tersenyum, ketika melihat Zilya sedang serius berkutat pada Laptopnya. "Sayang," panggil Zada. Zilya menatap Zada malas. "Apa sih, kak?" "Hari ini jadwal terapi kamu. Kita harus ketemu Dokter Andi," bujuk Zada untuk kesekian kalinya. "Aku gak mau, kak. Percuma juga aku rutin terapi. Kesakitan karena disuntik, tapi gak ada hasilnya. A

