Humairah memegangi tangan Rahel. "Rahel, aku mohon, jangan ganggu rumah tanggaku lagi," pintanya tulus. Rasanya Rahel ingin tertawa, tapi ia takut tawanya akan didengar orang-orang dan nanti ia mengganggu pengunjung di sini. "Lucu ya kamu, Mairah." "Gak ada yang lucu, Rahel. Aku sangat memohon sama kamu. Jangan ganggu hubunganku dengan Faiz. Aku sedang mengandung anaknya Faiz, aku mohon biarkan aku dan dia bahagia." Rahel menyentakkan tangannya hingga tangannya lepas dari Humairah. "Tidak akan pernah! Sampai kapanpun, aku gak akan berhenti untuk mengejar dia. Lagipula bukan hanya aku kok, dia juga sengaja dekat-dekat denganku. Lagian apa peduliku dengan hubungan kalian. Kamu saja tidak mau peduli dengan aku yang menginginkan Faiz. Jadi untuk apa aku peduli sama kamu." "Rahel, aku mohon

