Rahel melangkah terburu-buru ingin meninggalkan rumah sakit tempat Faiz bekerja ini. Ia sangat merasa sakit hati pada pria itu kali ini. Karena perkataan pria itu sangat keterlaluan padanya. Andai saja ia tidak menyukai pria itu dan tidak membutuhkannya maka ia tidak akan tahan terus berada di bayang-bayang pria itu. Rasa sakit itu tidak bisa ia sembunyikan, karena air matanya kini berhasil lolos dan mengalir di kedua belah pipinya. Ia cepat-cepat menghapusnya. Seharusnya ia tidak boleh menangis seperti ini, karena tangisannya hanya menandakan ia lemah. Ia sudah terlanjur menjadi wanita jahat dan seharusnya ia tidak boleh meneteskan air mata. Karena, wanita jahat tidak seharusnya membawa perasaan seperti ini. Ia harus kejam dan tidak boleh selemah ini. Jika ia lemah sama saja ia kalah dan

