** Hari ini Reval akan berangkat ke kafe lebih awal. Dia mau mengganti kerjaannya tempo hari yang bolong. Lagi pula, di rumah dia juga sedang tidak bicara dengan Syeril. Memang hatinya tak tenang, karena Syeril terus diam tak mau bicara. Reval pun tak berani bertanya lebih dahulu. Bahkan, pemuda itu sampai menitipkan uang saku Syeril kepada Bi Odah. “Tolong titip Syeril, ya, Bi. Kalo ada apa-apa sama dia, Bibi langsung telon Reval, ya.” "Baik, Den. Aden juga hati-hati di jalan. Jangan melamun." Reval tersenyum. Setelah keluar dari rumah orang tuanya, dia merasa mempunyai orang tua baru. Meskipun hanya sebagai Bibi, tetapi Reval tak memandang wanita itu demikian. Bahkan, pemuda itu sangat santun terhadap Bi Odah. "Makasih, Bi," kata Reval ketika selesai menali sepatu, kemudian memakai

