* "Semua yang terjadi kemarin adalah sebuah pelajaran untuk menjadi seorang yang lebih baik." Syeril dan Reval kembali merajut kebahagiaan yang belum sempurna kemarin. Kini, keduanya tampak lebih bahagia dan bisa saling mengerti, juga memahami. Kabarnya, Syeril juga sudah lulus. Nilainya sangat memuaskan. Meski bukan tertinggi pertama. Syeril belum ingin melanjutkan cita-citanya. Ia masih memikirkan kondisi keuangannya. Reval hanya seorang pelayan kafé yang gajinya tidak seberapa. Beda dengan Faivi dan Adel, mereka berdua sudah mendapat incaran universitas. Mereka akan kuliah di universitas pilihan masing-masing. Faivi ke luar negri, dan Adel juga harus pindah ke luar pulau bersama kedua orang tuanya. "Selamat, ya, Sayang! Aku ikut bangga sama kamu." Syeril mengangguk dengan senyumnya

