Begitu berat cobaan yang harus dihadapi gadis ini. Para sahabatnya menjauhi dirinya. Padahal, ia sangat menyayangi mereka. Namun, memang ini semua salah Syeril sendiri. Jadi, dia tetap kuat menjalaninya, meskipun terkadang ingin menyerah dan pasrah. Di taman dekat lapangan basket, gadis ini tengah duduk sendiri melihat anak-anak kelas XII A bermain basket. Namun, mata Syeril bukan melihat permainan mereka, melainkan tertuju pada rumput yang menguning, ia tengah melamun. Duk! Sebuah bola basket mengenai kepala Syeril. Tentu saja hal itu membuatnya mengaduh dan meringis kesakitan. "Sorry, gak sengaja," ucap seorang kapten basket itu padanya. Syeril mendesis, lalu berkata, "Iya, gak pa-pa." "Lo baik-baik aja, 'kan?" tanya pemuda itu lagi, karena ia melihat wajah gadis di hadapannya yan

