Mr. Conrad

2121 Kata
Christophen "Apa yang terjadi setelah itu?"tanya Macaroon. "Petani menemui George di rumahnya keesokan harinya. George sangat terkejut tetangganya mengetahui rahasianya. Dia pun mengakui kalau dia adalah dulunya pegasus dan nama yang sebenarnya adalah Zeretrius. Petani mengatakan rahasia George aman di tangannya dan akan menyimpan rahasia itu rapat-rapat. George sangat senang Petani orang yang baik dan bisa dipercaya. Mereka menjalani hidup seperti biasanya seperti tidak terjadi apa-apa, tapi masalah mulai terjadi." "Masalah apa?"tanyaku. "Entah bagaimana caranya gosip itu menyebar dan membuat kehidupan George menjadi tenang." "Gosip apa?"tanya Macaroon. "Kalau George adalah seorang pegasus yang menyamar jadi manusia. Banyak orang dan beberapa wartawan yang ingin mengetahui kebenarannya. Kehidupan George dan keluarganya menjadi terganggu. Mereka hidup tidak tenang lagi. Setiap mereka keluar rumah, mereka jadi bahan pembicaraan orang-orang dan memandang mereka aneh." "Apa George tidak menjelaskan kebenaran gosip itu?"tanya Macaroon. "Dia memberitahu orang-orang kalau itu hanya gosip dan George mengatakan pada semua orang kalau dia bukanlah pegasus, tapi meskipun begitu orang-orang masih terus membicarakannya. Pandangan orang-orang pada mereka sudah berubah. Mereka seperti dianggap keluarga aneh oleh para tetangga mereka. Selama berhari-hari mereka mengurung diri di rumah dan George dipecat sebagai buruh perkebunan dan mereka tidak punya penghasilan lagi. Untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, ada pihak keluarga istri George yang membantu mereka. Petani tidak tahu seperti apa wajah saudara istri George itu. George berusaha mencari pekerjaan lain, tapi tidak mendapatkannya. Kehidupan mereka menjadi semakin susah. Keluarga Petani membantu George semampunya dan hanya merekalah yang tidak memandang aneh keluarganya. George merasa beruntung, karena dia memiliki tetangga yang sangat baik seperti keluarga petani itu. Pada suatu hari, George meminta saran pada tetangganya itu untuk mencari solusi masalahnya dan petani itu menyarankan pindah ke kota lain, tapi George sudah tidak punya uang lagi untuk pindah. Dengan terpaksa George tetap bertahan tinggal dan sudah tidak peduli lagi dengan gosip tentang dia dan keluarganya. George berpikir, orang-orang akan segera melupakan gosip itu dan akan berjalan seperti biasanya lagi, tapi dia salah. Gosip tentang keluarganya semakin parah. Kalau George adalah pegasus yang memiliki sihir hitam dan bisa menyakiti banyak orang, itu sebabnya dia diusir oleh kaumnya sendiri. Ditambah lagi ada kesaksian seorang pria yang sakit karena penyakit aneh dan menuduh George yang mengirimkan penyakit aneh itu kepadanya." "Jahat sekali yang menyebarkan gosip itu,"kata Macaroon yang terlihat kesal. "Siapa yang sudah menyebarkan gosip itu?" "Ceritaku belum sampai ke sana. Para warga menginginkan George pergi dari kota mereka, karena mereka sudah takut kalau George akan membuat mereka celaka." Petani mencoba membela George dihadapan semua orang, bahwa temannya itu bukan orang jahat dan tidak memiliki ilmu sihir hitam, tapi para warga tidak percaya. George tidak tahu harus berbuat apa lagi. Satu-satunya jalan adalah pindah ke kota lain, tapi dia tidak tahu harus pergi kemana. Pemilik rumah yang disewa George pun ikut mengusirnya. Mereka cuma diberi waktu satu Minggu untuk pindah. Tetangga petani kali ini tidak bisa membantunya, karena sudah di luar batas kemampuannya. George pun akhirnya menyerah dan memilih untuk pergi, meskipun tidak punya uang. Dia pun akhirnya berpikir siapa orang yang tega menyebarkan gosip tentang identitas aslinya. Tidak seorang pun tahu, kecuali tetangga sebelahnya, keluarga petani yang sudah dianggap sebagai keluarganya sendiri. George mulai mencurigai tetangganya itu. Dia tidak bisa menuduhnya, karena tidak punya bukti. Dia bertanya-tanya apa salah dia terhadap keluarga petani sehingga petani tega menyebarkan gosip itu. George mulai menjaga jarak dengan mereka. Petani mulai merasa ada yang aneh dengan sikap George kepadanya dan juga keluarganya. Hubungan mereka menjadi renggang. Mereka tidak saling menyapa lagi atau pun saling bicara. Sehari sebelum George pergi, petani sudah tidak tahan lagi, lalu mengunjungi rumahnya bermaksud meminta penjelasan atas sikap George selama ini kepadanya. Akhirnya terungkaplah kecurigaan George kepada petani. Tentu saja petani menyangkal tuduhan George, karena dia tidak pernah membocorkan rahasia George kepada siapa pun termasuk keluarganya apa lagi menyebarkan gosip itu, tapi George tidak percaya, karena tidak ada orang lain yang tahu tentang identias George selain petani. "Aku yakin petani itu pelakunya,"kata Macaroon. "Macaroon, diamlah! Silahkan dilanjutkan lagi." "Maaf. Aku tadi kesal dan sekaligus gemas sama petani, karena dia mencurigakan." Felipe tersenyum. "Aku mengerti perasaan itu, karena aku juga pernah mencurigai petani yang sudah mengkhianati kepercayaan George." Felipe meminum tehnya, lalu melanjutkan ceritanya lagi. Aku menggenggam tangan Macaroon untuk menenangkannya. "Dua keluarga yang dulunya harmonis sekarang menjadi bermusuhan. George menjadi marah dan kesal, karena salah satu orang terdekatnya sudah mengkhianatinya. George dan keluarganya pergi entah kemana tidak ada yang tahu. Mereka pergi secara diam-diam, bahkan petani pun tidak tahu kapan mereka pergi. Petani yang merasa sedih memutuskan untuk mencari mereka, tapi tidak menemukannya. Mereka hilang seperti ditelan Bumi. Bulan demi bulan berlalu, petani dan keluarganya sudah mulai melupan George, mereka telah memiliki tetangga baru. Gosip tentang keberadaan pegasus sudah mulai dilupakan dan kisah itu dianggap hoax. Petani cukup senang mempunyai tetangga baru yang baik dan ramah. Akhirnya petani berpikir ulang tentang masalah yang dialami tetangganya dulu untuk mencari tahu siapa pelaku sebenarnya dan membersihkan namanya, tapi sayangnya petani itu tidak berhasil menemukannya. Aku berpikir mungkin dia sudah hidup senang tinggal di kota lain. Sampai sekarang petani tidak tahu siapa pelakuknya, tapi dia dapat sedikit kecuigaan pada tetangga barunya yang mungkin ikut terlibat dalam masalah George. Tetangga barunya itu, seorang wanita yang tinggal bersama seorang anak laki-lakinya. Keluarga mereka bernama Lightbearer." Macaroon terkejut mendengar nama itu. Aku pun terkejut, karena Lightbeare adalah nama keluarga bibinya dan sepupunya. "Siapa nama depannya?" "Hilda dan Garren." Macaroon berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya. "Apa mereka yang menyebarkan gosip tentang George?"tanya Macaroon. "Tidak ada yang tahu. Petani tidak ada bukti." "Jadi George, istri, dan anaknya tidak ada yang tahu pergi kemana?"tanyaku. "Iya." "Cerita ini sepertinya bukan seperti dongeng pengantar tidur anak-anak,"kataku. "Ya. Anda benar." "Dari mana Anda tahu cerita ini? Dan siapa Anda yang sebenarnya?"tanyaku. "Aku adalah si Petani itu." Aku dan Macaroon sama-sama terkejut. Kali ini kami tidak berusaha menyembunyikannya. "Wajar jika kalian terkejut." "Jadi petani itu adalah Anda?"tanya Macaroon sekali lagi untuk memastikan apa yang kami dengar tadi. "Iya." "Sekarang hidupku sudah lebih baik. Aku punya toko buku yang cukup sukses." "Apa Anda yang sudah menyebarkan gosip tentang George?" "Tentu saja bukan. Pelakunya orang lain entah siapa. Aku tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan temanku." Wajah pria itu berubah menjadi sedih. "Andai saja George masih hidup sekarang, aku ingin memperbaiki hubungan kami lagi dan membuat dia percaya kalau aku bukan yang menyebarkan gosip itu. Aku yakin ada orang lain yang tahu tentang identitas George." "Setelah mendengar cerita Anda, sekarang aku yakin akan adanya manusia keturunan pegasus. Dulu aku menganggap itu tidak ada, karena bagaimana mungkin pegasus dan manusia bisa punya anak,"kataku. "Sekarang kamu tahu manusia keturunsn pegasus itu memang ada,"kata Felipe. "Tidak ada orang yang tertarik tentang cerita ini, kecuali kalian berdua." "Kami tidak tertarik dengan pangeran yang dikutuk,"kata Macaroon. Hari sudah mulai beranjak sore. "Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda untuk bercerita pada kami." "Sama-sama, Mr. Lutherford." "Kami pulang dulu." "Baiklah." "Kapan-kapan kami akan ke sini lagi." "Tentu saja. Aku akan menunggu kedatangan kalian lagi." Felipe mengantar kami ke depan toko dan kami pun keluar. Kereta kuda sudah menunggu. Aku membantu Macaroon masuk ke dalam. Aku mengetuk atap kereta untuk memberi tanda menjalankan kereta. "Cerita tadi sangat menarik, bukan?"tanya Macaroon. "Iya." "Alasan Zeretrius diusir dari kaumnya bukan karena memiliki sihir hitam seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Itu dikarenakan hubungan terlarang antara manusia dan pegasus." "Kenapa kamu sangat yakin itu penyebabnya?" "Karena setahuku pegasus tidak memiliki sihir hitam, jadi itu tidak mungkin. Orang-orang itu termakan oleh gosip." Macaroon terlihat kesal dan aku tersenyum. Macaroon terlihat lucu kalau sedang kesal. Dia terlihat semakin menggemaskan. "Soal Bibimu Hilda dan Garren, apa mereka tahu tentang identitas George sebenarnya?" "Aku tidak tahu, tapi setelah aku pikir-pikir rasanya tidak mungkin. Bagaimana mereka tahu?" "Mungkin mereka tidak sengaja meendengar pembicaraan Mr. Conrad dan George." "Itu mumgkin saja." "Kamu harus menanyakannya sendiri pada mereka." "Apa aku harus menanyakannya?" "Jika kamu ingin tahu kebenarannya." Macaroon terdiam sejenak. Dia terlihat bimbang dan sedang memikirkan sesuatu. "Jika kamu tidak berani menanyakannya, tidak apa-apa." "Bukan begitu. Aku bisa saja menanyakannya, tapi aku takut." "Takut apa?" "Takut kecewa. Bibi Hilda dan Garren sangar baik di mataku sekarang, jika aku tahu kalau mereka pelakunya, aku akan sangat kecewa." "Jadi itu yang sudah menganggu pikiranmu?" "Iya." "Sebaiknya kamu diam saja dan tidak mengatakan apa pun pada mereka." Macaroon mengangguk. "Aku juga akan sulit membayangkan jika mereka pelakunya." Kereta kuda lagi-lagi melewati jalanan yang berlubang. Kepala Macaroon lagi-lagi terbentur atap kereta. "Lama-lama kalau seperti ini terus kepalaku bisa benjol." Aku menahan tawa. "Sebentar lagi sampai." Akhirnya kami tiba di rumah Macaroon ketika hari sudah sangat sore. Aku turun duluan dan membantunya turun. "Apa kamu mau mampir dulu?" "Lain kali saja. Cepat masuk!" Aku memperhatikan Macaroon sampai dia sudah benar-benar masuk ke dalam rumah dan setelah aku masuk lagi ke dalam kereta kuda, aku lupa tidak menciumnya dulu tadi. Aku memerintahkan kusir untuk berjalan lagi. Selama perjalanan ke rumah, aku memikirkan cerita Mr. Conrad. Manusia keturunan pegasus ternyata seorang perempuan bernama Khrysante. Selama ini aku mengira seorang pria. Aku harus bisa menemukan Khrysante, karena dia satu-satunya yang bisa menyelamatkanmu dan juga Hasengard, tapi aku harus mencari dia kemana. Aku pikir manusia keturunan pegasus berada di Graymoor, tapi setelah mendengar cerita tadi, Khrysante kemungkinan tinggal bersama manusia lainnya. Suara sang Kusir menariku dari lamunanku. "Sudah sampai, Tuan." Aku segera turun dan masuk ke dalam rumah. Hansel sudah menunggu kedatanganku. "Apa semuanya baik-baik saja di peternakan?" "Semuanya baik." "Bagus." "Baru saja ada telegram yang datang untuk Anda. Aku menyimpannya di kamar Anda." "Terima kasih." Aku berjalan menuju kamarku dan telegram yang dimaksud Hansel ada di atas meja tulis. Aku segera membacanya. Telegram itu berasal dari Elisa. Aku sudah tiba di rumah perkebunanmu di Goldpoint. Tempatnya sangat indah dan rumahnya bagus. Semoga aku bisa tinggal di sini sampai aku melahirkan nanti. Aku tersenyum mengetahui kabar Elisa yang sudah sampai di Goldpoint. Aku menyobek telegram itu dan membuangnya ke tempat sampah. Aku kemudian berganti pakaian. Saat aku sedang membasuh wajahku, tiba-tiba aku ada rencana untuk pergi ke Gold point untuk mencari tahu tentang George. Mungkin saja di sana ada orang yang tahu, meskipun kemungkinannya sangat kecil sekalian menjenguk Elisa. Setelah makan malam, aku pergi ke ruang kerjaku untuk membuat laporan keuangan. Di atas meja kerja, aku melihat halaman berita utama di koran. Judulnya ditulis dengan huruf besar-besar dan tebal. DANAU LUCENT TIBA-TIBA MENJADI KERING. APA INI ARTINYA HASENGARD AKAN TERJADI BENCANA KEKERINGAN LAGI SEPERTI PADA ZAMAN PEMERINTAHAN RAJA PHILLIPE? Aku segera membuka lipatan koran itu dan membacanya. Aku jadi semakin khawatir dengan mengeringnya danau Lucent, karena danau itu salah satu pemasok air yang dibutukan oleh kota Springwell. Aku mengembuskan napas panjang. Waktuku tinggal sedikit lagi. Apa lagi di dalam berita itu disebutkan kalau pangeran yang dikutuk masih hidup. Aku menyimpan kembali koran di atas meja kerja. Tiba-tiba angin dingin berhembus kencang sampai jendela terbuka. Aku menutup jendela dan di dalam kegelapan di luar sana, aku melihat seseorang yang aku kenal. "Helina,"gumamku. Aku cepat-cepat menutup jendela dan berlari keluar rumah, tapi setelah berada di luar, aku tidak melihat siapa pun. Aku mencarinya di sekiling rumah, tapi tidak ada Helina di sana. Apa mungkin aku salah lihat? Aku kembali masuk dan pergi ke ruang kerja lagi. Jam sudah menunjukkan pukul jam sebelas malam ketika aku selesai membuat laporan keuangan. Aku sudah mulai mengantuk dan hendak pergi tidur. Sekali lagi aku mengintip keluar jendela. Tidak ada sia-siapa di sana. Tubuhku menjadi merinding setelah melihat seseorang yang mirip Helina berada di luar. Aku khawatir ada seorang penguntit. Di kamar tiba-tiba angin berhembus kencang lagi dan jendela kamar terbuka. Aku kembali menutupnya. Di luar sana, aku melihat seekor pegasus. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku untuk memastikan aku tidak salah lihat ternyata aku tidak salah lihat. Di sana memang ada seekor pegasus yang sedang berdiri menatap ke arahku. Aku cepat-cepat keluar kamar dan pergi keluar. Sesampainya di luar, pegasus itu sudah pergi. "Apa-apan ini?"seruku kesal. Malam ini aku dikuntit oleh dua makhluk yang berbeda. Pertama, manusia dan kedua, pegasus. Aku masuk lagi ke dalam rumah. Aku tidak langsung pergi ke kamar, tapi berdiam diri dulu di ruang tamu. Siapa tahu aku bisa melihat Helina atau pegasus itu lagi. Lebih bagus lagi aku bisa melihat dua-duanya, tapi tidak ada yang muncul. Aku memutuskan kembali ke kamarku yang berada di lantai dua. Malam itu aku jadi tidak bisa tidur dan mataku tetap terbuka sampai jam lima pagi dan akhirnya aku bisa tertidur juga. Alhasil esok harinya aku bangun sangat siang. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Aku cepat-cepat membersihkan diriku dan berganti pakaian. Di ruang makan, sarapan pagiku sudah siap. Hansel muncul membawa sebuah bulu putih bersih. "Aku menemukan ini di halaman depan rumah tadi. Bulu ini sangat indah mungkin bisa dijadikan pena bulu. Aku tidak tahu bulu burung apa ini." "Boleh aku lihat?" "Tentu saja." Setelah lama aku perhatikan, aku menyadari sesuatu. Mungkinkah ini bulu dari sayap pegasus?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN