"Aku hubungi orangnya dulu ya, Rin," ucap Yura pada sahabatnya itu.
"Oke," sahut Airin. Yura pun langsung menghubungi seorang pakar CCTV.
"Halo, Do," sapa Yura saat teleponnya tersambung dengan orang yang dituju.
"Hai, Ra. Tumben telepon. Ada apa?" tanya Ridho.
"Posisi di mana, Do? Aku mau minta tolong sama kamu," tanya Yura tanpa basa-basi. "Aku ada di toko, kesini aja," jawab Ridho. "Oke, setengah jam lagi aku sampai di tokomu," jawab Yura. "Baiklah, aku tunggu," sahut Ridho. Panggilan pun diakhiri. "Gimana?" tanya Airin penasaran. "Dia ada di tokonya, kebetulan dia menjual alat-alat elektronik termasuk CCTV," jawab Yura. "Kita ke sana?" tanya Airin penuh antusiasme. "Iya, kita akan ke sana, sekalian beli CCTV yang kamu butuhkan. Nanti biar Ridho yang langsung memasangkannya di rumahmu," ujar Yura. "Oke," jawab Airin singkat. Mereka pun menyelesaikan minuman mereka dan segera bergegas menuju toko milik teman Yura. "Ayo, Rin," ajak Yura penuh semangat.
"Bentar, aku bayar dulu," ujar Airin seraya tersenyum. "Aku tunggu di depan, ya," kata Yura dengan tatapan hangat. "Oke," sahut Airin sambil mengangguk. Mereka beranjak dari tempat duduk, Airin melangkah menuju kasir untuk membayar minuman yang telah mereka nikmati bersama. Sementara itu, Yura dengan sabar menunggu di depan kafe, menatap langit yang mulai menggelap. "Yuk," ajak Airin seraya mengedipkan mata setelah selesai berurusan di kasir. "Udah kamu bayar?" tanya Yura penasaran. "Sudah dong," jawab Airin yakin sambil tersenyum lebar, lalu melangkah menuju parkiran mobil. Yura mengikuti langkah Airin, hatinya hangat. Mereka berdua masuk ke dalam mobil, melanjutkan petualangan mereka menuju toko milik teman Yura. Dalam waktu sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di depan toko tersebut. Setelah memarkirkan mobilnya dengan hati-hati, Airin dan Yura bergegas keluar dari mobil dan berjalan penuh semangat menuju toko itu, siap menghadapi petualangan baru yang menanti mereka.
"Hay, Yura, apa kabar?" tanya pemilik toko itu sambil menjabat tangan Yura dengan hangat. "Kabarku baik, kamu gimana? Sepertinya makin sukses saja nih toko," kata Yura sambil mengamati sekeliling toko itu dengan kagum. "Alhamdulillah, Yura," ujar Ridho dengan senyum. "Oh, iya, Ridho. Kenalkan ini Airin, sahabatku," kata Yura memperkenalkan sahabatnya itu sambil tersenyum. "Ridho," kata pemuda itu memperkenalkan diri sambil menjabat tangan milik Airin. "Airin," kata Airin seraya menyambut tangan Ridho dengan sopan. "Silakan duduk," ajak Ridho kepada kedua tamunya itu. Airin dan Yura pun langsung mendaratkan bo**ng mereka di sofa yang telah disediakan. Suasana toko menjadi lebih hangat dengan kehadiran dua tamunya ini. "Gimana-gimana, tadi katanya kamu mau minta tolong? Minta tolong apa?" tanya Ridho kepada Yura, penasaran. "Gini, Ridho. Kamu punya CCTV yang kecil tapi yang bagus? Aku kurang mengerti soal CCTV," ujar Yura dengan nada meminta bantuan. "Oh, ada! Karena ukurannya kecil, orang bahkan tidak akan menyadari kalau kamu pasang CCTV. Jadi, bisa sangat berguna untuk mengamankan tempatmu tanpa menimbulkan kecurigaan," jelas Ridho dengan penuh antusiasme.
"Bagus kalau gitu," ujar Yura dengan penuh semangat. "Kamu mau pasang di mana?" tanya Ridho penasaran. "Aku mau pasang di rumah Airin," ungkap Yura dengan tegas. "Untuk tujuan yang penting." "Boleh tahu untuk apa? Aku penasaran, jarang orang meminta CCTV tanpa alasan yang jelas," ujar Ridho, pandangan matanya menunjukkan rasa penasaran yang tak tertahankan. Yura menghela napas sebelum menjawab, "Ceritanya panjang, kalau aku ceritakan sampe kiamat pun mungkin tak akan selesai." Sebuah tawa kecil menghiasi ucapannya. "Ah bisa aja kamu, Ra," balas Ridho. "Lantas, bagaimana jika aku pasangkan CCTV itu?" "Bisakah hari ini? Lusa, suaminya akan pulang dari luar kota, dan kami perlu memastikan semuanya siap sebelum dia kembali," ujar Yura, wajahnya penuh kekhawatiran. "Baiklah, aku akan siapkan peralatan secepatnya," jawab Ridho dengan mantap. Yura dan Airin pun menunggu dengan hati berdebar-debar, sementara Ridho mengumpulkan peralatan yang dibutuhkan. "Mari kita berangkat," ajak Ridho begitu semuanya telah siap. Mereka bertiga kemudian bergegas menuju ke mobil milik Airin, dengan harapan dan kekhawatiran mereka membawa mereka menuju rumah Airin untuk memasangkan CCTV demi kejutan yang menanti di masa depan.
Tak lama kemudian, sekitar tiga puluh menit, mereka tiba di depan halaman rumah megah milik Airin. Ridho dengan sigap memarkirkan mobilnya sebelum mereka berjalan menuju pintu utama. Airin segera membuka pintu, ekspresi wajahnya menunjukkan keramahan. "Silakan masuk," ujar Airin seraya tersenyum. Yura dan Ridho mengikuti perintah Airin, memasuki rumah tersebut dengan hati-hati. "Sebentar, ya. Aku akan ke dapur sebentar untuk menyuruh Asisten rumah tanggaku menyiapkan minuman dan cemilan untuk kalian berdua," pamit Airin. Sesampainya di dapur, Airin bergegas memerintahkan asisten rumah tangganya. "Bik, tolong siapkan minuman untuk tamuku ya," pinta Airin dengan lembut. "Baik, Bu. Untuk berapa orang?" Tanya si asisten rumah tangga. "Dua orang, Bik. Oh, dan buatkan coklat hangat untukku juga, ya. Terima kasih," tambah Airin. "As you wish, Bu," sahut asisten rumah tangga dengan sopan, segera melaksanakan perintah Airin. Sementara itu, Airin bergegas kembali ke ruang tamu, di mana Yura dan Ridho telah duduk dengan rasa ingin tahu. Setelah mereka berkumpul kembali di ruang tamu, Ridho menunjukkan rasa antusiasnya. "Jadi, kita mulai untuk pemasangan CCTV-nya, ya?" Tanya Ridho sembari mempersiapkan peralatan yang akan digunakan. Airin mengangguk, bersiap untuk menjalani proses pemasangan yang akan segera dimulai.
"Iya silakan," ujar Airin. "Ini mau di pasang di mana saja?" Tanya ridho lagi. "Yang pasti tempat-tempat yang strategis. Yang bisa mencakup semua ruangan," ujar Airin.
"Oke," jawab Ridho.
Ridho yang sudah berpengalaman langsung memasang CCTV sesuai dengan permintaan dari Airin. Di memasang di atas TV dan di sudut ruang Keluarga. Selanjutnya dia beranjak ke Dapur, ruang tamu, ruang makan, dan tak luput juga semua kamar kecuali kamar mandi. Hampir tiga jam proses pemasangan CCTV itu. Setelah semua dipasang, ridho langsung membuat agar CCTV itu bisa tersambung di handphone dan Laptop milik Airin. Jdi Airin bisa memantau rumahnya dari mana saja dan kapan saja. CCTV itu bukan hanya menayangkan Gambar tapi juga suara yang jernih dan bisa merekam dan menyimpan semua kejadian selama dua puluh empat jam. Dan langsung menyimpannya. Setelah selesai semua, Airin segera mencoba CCTV itu melalui ponsel dan Laptopnya.
"Terima kasih banyak do," ujar Airin kepada Ridho.
"Sama-sama," ujar Ridho.
"Tolong kamu hitungkan berapa yang harus aku bayar, nanti aku transfer," ujar Airin.
"Oke, nanti akan aku hitungkan setelah sampai di toko," ujar Ridho.
"Oke, jangan lupa kamu kirim no rekeningmu" perintah Airin.
"Oke," ujar Ridho.
Setelah itu Airin mengantarkan Ridho ke tokonya karena saat berangkat tadi Rido ikut di mobil Airin. Setelah mengantarkan Ridho. Airin dan Yura langsung menuju ke mall.
"Kita ke mall yuk ra," ajak Airin
"Ayo, asal aku di traktir makan siang. Laper banget" kata Yura sambil cengengesan.
"Siap kalo itu, aku juga lapar," ujar Airin.