Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di kerajaan Yupiter. Yupiter langsung menyuruh mereka untuk memasuki istana dan seperti janjinya, ia akan menyambut mereka dengan ramah. Untuk kesekian kalinya, Marco, Alvin, Aaron, dan Sean bertingkah memalukan. Mereka mengelilingi penglihatan mereka di istana itu. Mengagumi istana Yupiter yang sangat indah. Istana itu tidak beratap. Atapnya adalah langit gelap dengan milyaran bintang dan jutaan planet serta benda-benda langit lainnya. Di sana sedikit lebih dingin daripada di dunia Mitjà. Istana Yupiter terbuat dari campuran berbagai partikel alam. Bentuknya setengah bulat seperti colosseum di Roma, Italia. Istana yang berkilaun karena terbuat dari titanium, platinum, tungsten, emas putih, emas kuning, emas rose, baja, besi, nikel, perak, dan sebagainya. Tidak hanya itu saja bahkan berlian, kristal, dan mutiara juga menghiasi istana tersebut.
“Aku bisa kaya raya jika mencongkel satu saja berlian di sini,” gumam Aaron dengan wajah berbinar. Mulutnya terbuka lebar sambil terus menatap kagum istana itu.
“Aku bisa membeli makanan apa pun dengan istana sehebat ini.” Sean juga melakukan hal yang sama seperti Aaron.
“Aku rela memberikan istanaku yang seperti ini jika saja aku memilikinya. Aku akan memberikannya kepada para wanita cantik berdada besar. Mereka pasti akan menerimanya lalu jika saja aku mengajak mereka menikah mereka pasti tidak akan menolak. Aku akan menjadikan putri-putri itu dayang dan menemaniku tidur setiap hari,” pikiran Alvin mulai kotor. Alana langsung menutup mulut Alvin dengan tangannya.
“Jangan bertingkah memalukan lagi. Tahanlah dan sabar sedikit. Di otakmu selalu saja wanita cantik,” kesal Alana karena Alvin. Alvin hanya mampu tersenyum tana rasa bersalah. “Otakmu kotor sekali. Aku akan menyuruh bangsa Pixie membersihkannya nanti ketika kita sampai di Mitjà,” sambung Alana kesal. Alvin langsung merasa gembira ketika mendengar bangsa Pixie karena ia mengidolakan semua putri-putri cantik itu. Alana menghela napasnya berat sambil mengurut dadanya dengan tingkah keempat temannya itu.
“Alana, jika saja kau juga berdada besar maka aku tidak akan berpaling darimu, tetapi sayangnya kau tidak berdada besar, jadi kami relakan saja kau kepada Leo,” ucap Marco sekenanya dan seenaknya. Alana langsung menendang kaki Marco. Marco merintih kesakitan oleh tendangan kaki Alana yang luar biasa kuat. Seperti biasa hanya Leo yang tidak peduli. Ia berjalan di depan sembari mulai memasuki istana milik Yupiter.
“Kalian berhasil, kuucapkan selamat.” Yupiter tiba-tiba berkata setelah mereka memasuki pintu gerbang istananya yang sangat megah. Kelima orang itu terkejut melihat sosok Yupiter yang sangat besar dan tubuhnya terbuat dari titanium. Salah satu elemen terkuat yang pernah ada. Hanya Leo yang bisa menyembunyikan kekagetannya.
“Dia seperti patung besi yang ada di istana Alana. Dan dia juga mirip dengan pigura di dinding istana. Dia itu raja atau dia memang patung?” tanya Sean pada Aaron. Ekspresi mereka terlihat geli bercampur heran.
“Kurasa dia itu manusia cetakan. Dia seperti tiang besi yang besar,” jawab Aaron tidak kalah anehnya. Mereka dengan kurang ajarnya mengomentari serta menyebut aneh sosok Yupiter. Menyamakan Yupiter yang seorang raja dengan tiang besi atau piala dan patung. Sungguh sangat aneh isi pikiran mereka.
“Aku sudah mengetahui semuanya. Kedatangan kalian kemari adalah untuk memintaku menjadi sekutu kalian. Tanpa mengurangi rasa hormat maka akan aku sampaikan langsung bahwa aku siap menjadi sekutu kalian,” ketakutan Alana dan keraguan Leo untuk menjadikan Yupiter sekutu meraka langsung menguap begitu saja. Tidak disangka mereka bahwa Yupiter sudah mengetahui semuanya dan langsung menerima mereka sebagai sekutunya. Hal yang sangat menguntungkan untuk mereka tentu saja. Dengan ini mereka tinggal menuju dunia bawah serta menyatukan keempat pemimpin dunia lautan maka selesai perkara.
“Terima kasih, kami sangat senang terhadap sambutan Anda serta jalinan persekutuan yang kita ikat, Yang Mulia.” Alana langsung memberikannya penghormatan kepada Yupiter sebagai bentuk rasa hormatnya telah menerima mereka menjadi sekutu. Leo, Marco, Sean, Alvin, dan Aaron mengikuti apa yang Alana lakukan.
“Jangan memberi hormat kepadaku. Kalian adalah teman. Kita sederajat,” jawabnya. Alana kagum dengan kerendahan hati yang dimiliki Yupiter. “Yang harus kita lakukan secepatnya adalah menyatukan keempat pemimpin Mông. Tugasmu masih menanti, Malkia,” sambung Yupiter.
“Ya. Itu tugas yang cukup berat. Namun, aku akan berusaha untuk bisa. Teman-temanku ada bersamaku. Mereka dapat diandalkan,” jawab Alana lagi. Yupiter menatap satu persatu kelima orang di depan matanya. Ia bisa melihat kekuatan mereka. Jelas mereka bukan sembarang manusia. Mereka terlihat terlatih dan mempunyai semangat juang yang tinggi. Aura mereka pun bukan aura prajurit biasa, terutama kepada Leo Vinzel. Aura itu semakin kuat terasa oleh Yupiter.
“Penguasa Daegal mengawasi kalian terutama kau, Malkia. Dia adalah penguasa kejam. Penguasa jahat dari segala yang jahat. Nama penguasa itu adalah Ifrit. Dia sangat kuat. Aku pun belum sebanding dengannya. Dan konon kabarnya dia bekerja sama dengan para iblis. Iblis yang dulu merupakan para malaikat terbuang,” aku Yupiter. Semua terdiam mendengar siapa nama penguasa Daegal itu. Mendengar betapa mengerikannya makhluk itu. Leo menggenggam tangan Alana memberinya kekuatan untuk tidak takut. Alana membalasnya dan ia percaya kepada Leo.
♜♜♜
“Kau dengar, nama penguasa Daegal itu sangat aneh. Ifrit? Nama macam apa itu? Terdengar seperti nama perempuan,” ucap Sean asal. “Atau ia memang seorang perempuan?” ucap Sean lagi.
“Kurasa dia seperti laki-laki berpakaian perempuan. Sungguh malang nasibnya jika memang harus seperti itu,” sambung Aaron. Mereka menjadikan penguasa Daegal sebagai gurauan.
“Apa yang kalian bicarakan? Dia itu sosok yang menakutkan. Berhenti bercanda tentang sosoknya. Kita akan menghadapinya nanti,” ucap Alana dengan pandangan kesal. Sean dan Aaron memandang Alana dengan tatapan bosan.
“Bisa kau beritahu kami sosok seperti apa Ifrit itu?” tanya Leo kepada Yupiter. Terlihat Yupiter mengembuskan sedikit napasnya dan pada saat itu pula keluar cahaya-cahaya putih seiring napasnya.
“Sosok yang sangat menyeramkan. Tubuhnya penuh dengan api. Dia makhluk dari neraka paling bawah dan paling kejam. Dia tidak pernah menampakkan sosoknya. Aku mengetahuinya dari cerita beberapa pengikutnya yang kalah oleh kami beberapa saat yang lalu. Kami memaksa mereka mengatakan siapa penguasa itu. Hanya sebatas itu yang kami tahu dan yang pasti ia sangat kuat,” jawab Yupiter sambil menerawang ke masa lalu saat kerajaannya diserang oleh anak buang penguasa kegelapan.
“Sepertinya ia terdengar menyeramkan, tetapi aku sangat optimis kita bisa mengalahkannya. Namun, makhluk seperti itu biasanya hanya hebat di permukaan lalu setelahnya ia akan binasa,” jawab Alvin yang terkesan menyepelekan musuh mereka.
“Jangan menganggapnya remeh! Dia tidak seperti pengikutnya!” marah Yupiter kepada Alvin. Alvin langsung terdiam, tetapi setelahnya ia menggerutu pelan.
“Besi tua ini memarahiku. Aku berharap ia cepat karatan,” gerutu Alvin kesal.
“Setelah ia karatan kita akan mencongkel semua permata di istananya ini lalu kita berikan kepada putri-putri berdada besar,” kata Marco yang setuju lalu keduanya tertawa geli. Alana menoleh dan menatap keduanya tajam. Ia siap menarik-narik rambut Marco dan Alvin jika memang diperlukan. Otak kedua temannya itu memang sangat kotor dan aneh.
“Bagaimana caranya kami menyatukan empat penguasa Mông? Apa yang harus kami lakukan?” tanya Leo kepada Yupiter.
“Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Dunia atas dan bawah berbeda. Banyak unsur yang bertentangan dengan kami. Begitu pula pola pikir mereka dan cara menyatukan mereka. Tidakah kalian menanyakannya kepada raja Pixie, Ivan Osborn?” tanya Yupiter.
“Dia hanya menjawab kalian akan menemukan dengan sendirinya nanti. Aku bertanya kepadamu mungkin saja kau tahu sebab kami perlu persiapan yang matang untuk bertemu dengan empat penguasa sialan yang sering berperang itu,” jawab Leo dengan bahasa yang sama sekali tidak sopan.
“Kalau seperti itu teruskan petualangan kalian dan kalian akan menemukan jawabannya, bukankah itu lebih menarik, mengetahui jawabannya di akhir setelah petualangan kalian selesai,” jawab Yupiter sambil tersenyum tipis.
“Bagaimana dengan senjata? Apakah kalian penghuni dunia atas memiliki senjata rahasia untuk menghadapi penguasa Daegal?” tanya Sean ingin tahu. Ia juga menjadi penasaran bagaimana perang besar tersebut akan berlangsung.
“Tentu saja kami punya. Kalian akan melihatnya jika waktu itu tiba,” jawab Yupiter dengan senyum tipis lagi. Ia benar-benar menyambut ramah keenam orang manusia yang berkomitmen sama sepertinya. Rasa ingin tahu dan rasa ingin menang mereka benar-benar besar. Mereka menanyakan semua informasi yang ingin mereka tanyakan dan mereka ingin mengetahui seberapa besar kekuatan musuh lalu seberapa besar kekuatan sekutu.
“Apakah salah satu kekuatan kalian adalah rasi bintang itu?” tanya Aaron. Lagi-lagi Yupiter tersenyum tipis. Wajah dari titaniumnya tidak terlalu terlihat ketika dia tersenyum karena tekstur tubuh mereka berbeda dengan manusia Mitjà. Titanium adalah salah satu elemen terkeras di penjuru dunia jadi sebab itulah senyum tipis Yupiter tidak terlalu tampak seperti senyum manusia Mitjà.
“Ya, mereka adalah prajuritku dan penjaga istana ini. Kedua belasnya adalah yang terkuat. Satu prajurit rasi bintang utama memiliki kekuatan yang setara dengan lima puluh Sabertooth, tujuh puluh Liger dan sembilan puluh Tigon,” jawab Yupiter mengumpamakan kekuatan satu prajurit rasi bintang utamanya dengan makhluk yang berada di dunia tengah.
“Wah! Mereka sangat kuat ternyata!” kata Marco yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Semua langsung menoleh ke arah Marco. Alana hanya mampu menghela napas lagi. Ia sudah lelah menahan malu akibat ulah teman-temannya. Leo tidak tampak terlalu peduli seperti biasa bahkan ia lebih suka mengabaikan tingkah memalukan sahabat-sahabatnya. Ia lalu menoleh ke arah Alana. Leo mendapati Alana yang jengkel setengah mati dengan keempat sahabatnya itu. Namun, sebenarnya Leo tahu Alana sangat menyayangi mereka sebagai sahabatnya. Justru tidak ada mereka akan terasa membosankan bagi keduanya. Keduanya sering lebih banyak canggung dan keempatnyalah yang sering mencairkan suasana.
“Terima kasih atas pujianmu, Kardos. Kau juga adalah prajurit hebat. Kau memang pantas masuk ke dalam kelompok ini dan akan membawa potongan-potongan Mašte yang hilang,” sontak wajah Marco memerah karena sangat senang dipuji oleh Yupiter. Ia langsung mengurungkan niatnya untuk mencongkel permata-permata yang ada di istana Yupiter setelah mendengar pujiannya.
“Kau sangat senang dipuji olehnya,” ucap Sean sambil memandang Marco tidak suka. Bagaimana Sean tidak suka? Jawabannya karena hanya Marco sendiri yang mendapat pujian. Dia iri dan dia juga ingin dipuji seperti Marco.
“Tapi aku yakin dia akan lebih senang jika dipuji oleh putri berdada besar seperti khayalannya itu,” celetuk Aaron tana berpikir terlebih dahulu. Saat ini Alana, Leo, dan Yupiter menyaksikan obrolan kecil keempat makhluk aneh yang berwujud manusia, tetapi sayangnya sangat menghibur. Meskipun awalnya mereka berbisik-bisik, tetapi lama kelamaan suara mereka semakin terdengar jelas karena lupa situasi dan kondisi.
“Putri berdada besar? Apakah anak Yupiter itu ada yang perempuan dan memiliki d**a besar? Jika iya kenapa dia tidak menampakkan dirinya kepada kita? Apa dia malu menampakkan dirinya karena takut tergoda olehku?” Alvin bertanya dengan percaya diri sambil terus berpikir-pikir. Alana sudah siap untuk mencekik leher Alvin, tetapi Leo dengan cepat menarik tangan Alana.
“Kau akan membuang-buang energimu dengan sia-sia bila menghadapi mereka. Mereka tidak akan berhenti,” kata Leo sambil menggenggam tangan Alana lalu perlahan melepaskannya. Alana menatap Leo dengan wajah penuh kesal. Jika saja bukan Leo yang meminta ia tidak akan berhenti.
Di luar dugaan mereka semua, Yupiter tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan makhluk Majë yang dianggapnya lucu serta sering bercanda. Ia tidak pernah tertawa sekeras itu. Dampak tawa Yupiter cukup buruk, mereka seperti merasakan gempa di planet Jupiter itu. Sungguh dahsyat kekuatan tawa seorang Yupiter pikir Alana.
“Kalian manusia yang sangat lucu. Tidak pernah aku mendengar kelucuan yang seperti itu,” ucap Yupiter setelah tawanya reda.
“Jantungku hampir saja hilang mendengar tawanya,” gerutu Alana pelan. Sean, Marco, Alvin, dan Aaron sedang berusaha mengendalikan napas mereka yang nyaris meninggalkan raga. Wajah mereka pucat akibat tawa Yupiter. Terlihat jelas wajah mereka berubah dongkol. Leo terkekeh pelan melihatnya.
“Baiklah jika tidak ada lagi yang harus kita bahas. Kami akan kembali ke dunia kami. Kami cukup takut meninggalkan kerajaan karena situasi saat ini sedang sangat tidak baik,” ucap Alana memohon pamit.
“Ya, sebaiknya kalian memang harus segera pulang. Akan sangat gawat jika kerajaan kalian juga diserang. Kerajaan kalian adalah satu-satunya harapan umat manusia yang tersisa,” jawab Yupiter yang sangat mengerti mengenai situasi saat ini.
Setelah berpamitan dan keluar dari istana Yupiter mereka merasa lega. Pasalnya sudah ada satu sekutu yang mereka miliki sekarang ini. Wajah berbinar bahagia tampak di keenam wajah anak manusia yang tidak patah semangat. Tidak menyangka bahwa Yupiter menerima mereka dengan hangat dan semudah itu. Mereka akan kembali ke dunia mereka dan akan memulai petualangan mereka di Mông lalu membuat persekutuan dengan keempat penguasa dunia bawah.
“Kau tidak memberitahu mereka mengenai Tiamat dan Ladon?” tanya Saturnus setelah kepulangan mereka.
“Belum saatnya, biarkan mereka mengetahui sendiri nanti. Lagi pula jika mereka tahu hal itu, sama saja dengan meruntuhkan semangat mereka. Mereka adalah manusia-manusia yang bersemangat. Mereka sekutu terkuat kita. Sudah cukup beberapa kerajaan di Majë hilang akibat ulah Ifrit. Kita harus merebut kerajaan-kerajaan yang hilang. Aku percaya mereka akan bisa mengembalikan Mašte seperti semula. Mašte adalah alam semesta, satu kesatuan dari tiga dunia. Majë, Mitjà dan Mông. Kita tinggal menunggu kapan perang besar tersebut berlangsung,” jawab Yupiter dengan tegas. Saturnus memercayai ucapan suaminya. Baginya suaminya itu adalah raja penguasa dunia mereka dan keputusan serta ucapannya memang yang terbaik.
TBC...