Stomachor

1392 Kata
“Yang Mulia, ada enam manusia dan satu makhluk dari penguasa Daegal di satelit Ganymede!” lapor prajurit Yupiter dengan terburu-buru. Mereka tidak bisa langsung menyerang tanpa keputusan sang raja. Saat ini duduk sesosok makhluk bertubuh sangat besar di kursi kerajaannya. Dia mengenakan mahkota dengan hiasan delapan puluh delapan rasi bintang yang berbentuk kecil-kecil lalu di tengahnya adalah kerajaannya. Planet Jupiter. Sosoknya berotot, seluruh tubuhnya terbuat dari titanium termasuk bagian kepalanya. Dia berbentuk seperti manusia, tetapi yang membedakannya adalah ukuran tubuhnya sangat besar dan tubuhnya berkilauan karena terbuat dari titanium. “Manusia. Jadi ratu dari dunia tengah sudah tiba dan kelima kawanannya,” ucapnya dengan suara berat yang sangat khas serta berhgema. “Makhluk kegelapan. Dia ingin menantangku lagi. Ingin mengacaukan kerajaanku dan duniaku lagi. Tidak akan aku biarkan mereka menyentuh kerajaanku lagi,” sambungnya. “Biarkan manusia melawan makhluk itu. Aku ingin melihat kemampuan mereka terutama ratu itu dan juga satu orang pemimpin petarung itu. Aku ingin melihat kehebatannya sehingga ialah yang diutus oleh raja kerajaan Pixie untuk menyatukan tiga dunia ini,” ucapnya lagi. “Baik Yang Mulia, akan saya laksanakan perintah Anda,” ucapnya sambil mundur ke belakang lalu berlalu dari hadapan Yupiter. “Kau sedang menguji mereka?” tanya suara perempuan di samping Yupiter. Dia adalah Saturnus. Ratunya. Sama seperti Yupiter, sosoknya raksasa, tetapi tubuhnya terbuat dari platinum. “Harus ada ujian untuk melihat kemampuan. Apakah pantas atau tidak mereka bekerjasama dengan kita,” jawabnya. “Kau akan menyambut mereka dengan ramah?” tanya Saturnus lagi. “Tergantung dengan kondisi mereka saat datang. Jika mereka menang maka aku akan menyambut mereka dengan ramah. Jika mereka kalah maka aku akan menantang mereka,” jawab Yupiter. Ia memang sosok seorang yang keras dan suka menguji seseorang. Ia harus tahu kemampuan sekutunya agar kerjasama yang mereka jalin menguntungkan satu sama lain. “Dia adalah kunci kita. Malkia, sesuai arti julukkan namanya. Sang ratu. Dia ratu penguasa dunia tengah. Dunia yang paling berkuasa di antara tiga dunia. Tanpanya bagian-bagian dunia kita yang dicuri tidak akan kembali,” ucap Saturnus. “Tanpanya juga tidak akan ada penyatuan empat penguasa Mông. Poseidon, Neptune, Oceanus, dan Triton adalah sosok yang sangat keras serta sering berperang. Oleh karena itulah aku ingin melihat kemampuan mereka. Jika menang maka ia layak disebut sebagai ratu penguasa,” ucap Yupiter lagi. “Ayah, kelima pasukan itu adalah mantan petarung kerajaan Sierra. Kudengar raja Sierra sudah diubah oleh penguasa Daegal menjadi budaknya. Namanya Tiamat. Kau tahu mengenai itu?” tanya Mars. Dia adalah anak laki-laki Yupiter. Sama seperti kedua orangtuanya. Bertubuh besar, tetapi tubuhnya terbuat dari elemen tungsten. “Mereka pasti akan terkejut mengetahui kenyataan itu. Dan fakta satu lagi bahwa Ladon yang merupakan b***k paling kuat serta pernah memporak porandakan kerajaan kita adalah ayah dari sang ratu. Dia pasti tidak akan percaya,” ucap Venus. Dia adalah anak perempuan dari Yupiter dan Saturnus. Tubuhnya terbuat dari emas putih. Mereka semua memang sosok-sosok penguasa negeri atas yang memiliki ciri fisik raksasa serta terbuat dari elemen yang berbeda dengan manusia. Ciri fisik mereka memang cocok untuk di tempat seperti mereka saat ini. “Cepat atau lambat mereka akan tahu kenyataan pahit itu, tetapi mereka harus mengalahkan kejahatan itu. Mereka bukan lagi sosok manusia. Otak mereka telah dicuci. Tidak ada ingatan di dirinya sebagai manusia. Mereka hidup sebagai b***k serta pembunuh.” Yupiter menanggapi ucapan kedua anaknya. ♜♜♜ “Aku tidak akan membiarkan kalian bertemu dengan Yupiter. Aku akan mengalahkan kalian di sini hari ini,” ucap Beowulf dengan suara menggetarkan serta nada mengejek. “Kami yang akan mengalahkanmu, sialan! Jangan kau harap bisa mengalahkan kami!” ucap Sean mulai marah. Dia tidak terima mendapat ejekan yang menghina kekuatan mereka. “Anak muda, kalian terlalu sombong. Hanya karena kalian adalah orang-orang terpilih jadi kalian bisa mengalahkanku serta bersombong diri di hadapanku. Mari kita buktikan. Pemimpin pasukan kalian akan melawanku. Jika ia menang maka kalian boleh menantangku satu persatu. Jika ia kalah aku akan menghabisi kalian. Kau berani, Morani?” tantangnya dengan tawa mengejek. Semua menoleh ke arah Leo. Alana langsung membulatkan matanya. Ia tanpa sadar langsung mencengkram lengan Leo dengan kuat. “Tidak! Kau tidak boleh membuat peraturan seenaknya! Kami adalah prajurit. Berjuang bersama-sama adalah tugas kami!” Aaron marah karena makhluk itu membuat peraturan seenaknya. Makhluk itu tertawa kembali. Sean, Aaron, Marco, dan Alvin mulai geram. Perjalanan mereka terganggu oleh makhluk pengecut itu. Leo diam sambil terus memeluk Alana. Alana bisa mendengar gemertak gigi Leo dan tatapan tajamnya itu lurus menatap makhluk tersebut. Alana semakin mencengkram erat lengan Leo. Ia tidak akan membiarkan Leo berjuang sendirian meskipun itu permintaan makhluk laknat di depan mereka saat ini. “Ayo kita selesaikan. Hanya kau dan aku. Jangan ganggu teman-temanku. Aku akan mengalahkanmu.” Alana menutup matanya dan tubuhnya terasa lemas ketika mendengar ucapan Leo. Ia tidak ingin Leo berjuang sendirian. “Leo! Kau gila. Dia tidak sebanding dengan dirimu. Kita harus menghadapinya bersama-sama!” Alvin marah dengan keputusan Leo. Ia adalah sahabat Leo dan tidak akan tega melihat Leo berjuang sendirian. “Alvin, kau tahu aku dengan sangat baik. Kau tahu seperti apa aku. Jika dia adalah musuhku maka aku akan menghadapinya sampai mati. Kau ingat, aku bukanlah orang yang mudah menyerah. Kau ingat siapa aku, siapa julukanku. Jika kalian sudah ingat maka biarkan aku melawannya. Jika aku kalah tolong kalahkan dia. Tolong selesaikan misi ini dan yang terpenting tolong jaga Alana sebaik-baiknya,” pesan Leo kepada teman-temannya. Ia kemudian mengambil tangan Alana dan menatap Alana yang saat ini sudah tidak bisa berbicara lagi. Matanya menyiratkan kesedihan akan keputusan Leo. “Kau selalu percaya kepadaku? Jika kau percaya kepadaku maka biarkan aku melawannya. Seorang petarung tidak boleh mundur atau menyerah. Jika pun aku kalah maka aku kalah secara terhormat. Alana, ingatlah tujuan kita,” ucap Leo kepada Alana. Mata Alana mulai berair. Ia tidak bisa membohongi hatinya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Leo. Bagaimana ia tidak bersedih mendengar ucapan Leo yang seakan ia akan meninggalkan Alana untuk selama-lamannya. Marco, Sean, Alvin, dan Aaron menatap keduanya iba. Rasa sedih juga merasuki mereka. Mereka tidak bisa melakukan apa pun jika itu sudah keputusan Leo. Seperti itulah petarung. Gengsi menjadi harga mati untuk mereka. Jika menolak maka akan dianggap pengecut dan bukan petarung. Beowulf menatap kejadian itu tidak suka. Ia membenci sifat manusia yang sering menangis dan lemah. Alana langsung memeluk Leo dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya. Kemudian ia menatap Leo dan kejadian berikutnya adalah Alana menarik cepat kepala Leo lalu ia memegang kedua belah pipi Leo. Menatap wajah Leo dengan detail. Keempat sahabatnya tidak berkomentar seperti biasa atau bertingkah aneh seperti biasa. Mereka seakan paham dengan keadaan. Keempatnya hanya memelototkan mata melihat kejadian tersebut dan selebihnya hati mereka sendiri yang berceloteh panjang lebar. Lalu keempatnya juga bersamaan memalingkan tubuh mereka membelakangi Alana dan Leo. “Biarkanlah kali ini kita tidak perlu melihat. Hormati mereka sekali-kali,” ucap Marco pelan. Mata mereka kembali menatap Beowulf yang sekarang seolah menatap mereka mengejek. Saat itu Alana tidak peduli dengan semuanya. Ia hanya peduli kepada Leo. Leo membalas tatapan mata Alana, tetapi ia tidak membalas genggaman tangan Alana di pipinya. Leo hanya diam dan ia langsung menunduk lalu menghela napasnya. Sekarang Alana baru sadar dengan apa yang telah ia lalukan tadi. Sekarang Alana merasa malu. “Maaf,” ucap Alana pelan. Alana menggigit bibirnya kuat-kuat. “Tidak apa-apa. Terima kasih, Alana. Sekarang bergabunglah bersama mereka. Mereka akan melindungimu dan aku berjanji kepadamu untuk mengalahkannya,” ucap Leo sambil menepuk bahu Alana dan setelahnya ia berjalan meninggalkan Alana. Leo melewati teman-temannya sambil berkata. “Tolong jaga dia sebaik-baiknya. Aku akan berusaha semampuku,” ucap Leo kepada keempatnya. Alana menatap punggung Leo. Kenapa Leo tidak bereaksi sama sekali. Bagaimana perasaan Leo kepadanya sebenarnya. Alana terus bertanya-tanya. Leo mulai mengeluarkan pedangnya. Seringai dari Beowulf mulai menghiasi wajahnya. Ia sudah berjanji kepada penguasanya bahwa dia bisa mengalahkan petarung itu. Ia harus memulainya dengan yang terkuat dahulu baru kemudian teman-temannya. Leo tahu ia kalah dari segi fisik, tetapi dia mengandalkan otaknya untuk menyusun strategi. Leo mengenali musuhnya. Seluruh tubuhnya adalah besi dan itu sulit ditembus dengan pedang biasa. Titik lemahnya ada di kepala atasnya dan Leo sekarang tahu harus memulai menyerang dari mana. Ia juga mengandalkan kegesitan dari tubuhnya yang kecil. Makhluk besar seperti itu biasanya kalah gesit dari makhluk yang lebih kecil. Motivasi Leo untuk menang adalah Alana. Ia sudah berjanji di dalam hatinya untuk memenangkan pertandingan ini demi Alana. TBC...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN