Nalendra pun mengajak Amel pulang ke rumahnya. Tepat di ruang tamu, sang Mama sudah menunggu. "Assalamualaikum." Nalendra dan Amel mengucap salam bersama-sama, seraya mengayunkan kaki serentak, memasuki ruangan. "Waalaikumsalam," jawab Anjani, Mamanya Nalendra yang cantik jelita, meksipun usianya sudah tidak muda lagi. Dia beranjak bangun dari sofa dan tersenyum lembut. "Kalian udah pulang, Sayang?" tanya Anjani, menyambut putra serta menantunya itu. Nalendra dan Amel meraih tangan Anjani dan mencium punggung tangan wanita lima puluhan tahun itu, secara bergantian. "Iya, Mah. Alhamdulillah," jawab Nalendra seraya tersenyum lembut. "Loh, kenapa sama menantu, Mama? Kelihatan sedih gitu?" Anjani langsung menarik tangan Amel. Dia melihat garis mata Amel yang memerah, seperti habis mena

