Dua hari berikutnya. Amel pun pulang ke rumah orang tuanya, tentu atas izin dan sepengetahuan Nalendra. Amel penasaran, bagaimana kabar Susi, ibu tirinya itu, lantaran di hari pernikahannya kemarin, Susi tidak menunjukkan batang hidungnya. Padahal Amel meminta seseorang untuk mengantarkan surat undangan pernikahannya kepada Susi. Akan tetapi, ibu tirinya itu malah tidak datang. "Assalamualaikum." Amel memasuki ruangan seraya mengucap salam. Dia terlihat sangat cantik dengan rambut tergerai dan make up sederhana. Seketika pikirannya membawa Amel masuk ke dalam kepingan puzzle masa lalu, ketika kedua orang tuanya masih hidup. Amel sedang berandai-andai. Seandainya, mereka masih ada di dunia ini, mungkin ia tidak akan merasa kesepian dan pastinya mereka sangat bahagia, dengan pernikaha

