Episode 3

2426 Kata
Di apartemennya Jimin sedang bermain-main dengan jalang-jalangnya hingga hampir menjelang siang hari baginya ini adalah reward setelah dia berhasil dalam pekerjaanya.Sementara itu Yoora yang berada dikantornya berniat menghubungi Jimin untuk bertemu sebentar,selain seorang model dia juga seorang pembisnis dibidang property berkat arahan Oppanya. “halo” "Hemm" Jimin disebrang sana mengangkat telepon dari istrinya dengan kurang minat karena sambil memompa jalangnya jika saat seperti ini Jimin memang paling tidak suka diganggu.Jimin sambil mengeram nikmat menjawab setiap obrolan istrinya bercampur suara desahan nikmat dari wanita dibawahnya.Yoora menghela nafas mendengar suara rancauan kenikmatan dari seorang wanita ditelepon sudah bisa dipastikan jika suaminya sedang bermain dengan jalang mata Yoora sedikit memanas apa dia mencintai pria yang salah. “Apa kamu sibuk hari ini? Aku ingin bertemu denganmu sebentar” "Ehmmm ssshh ada apa?” “Ada yang ingin aku beritahu kepadamu jika kamu sibuk mungkin lain kali kita bicara lagi” "Hmm ahh katakan saja sekarang” “Lain kali saja” Yoora mematikan telepon sepihak sambil bernafas berat seolah beban hidup menghimpit hatinya,sedangkanmJimin melempar ponselnya kedinding karena kesal yoora mengganggu aktivitasnya.Yoora sendiri juga sangat kesal pada Jimin bisa-bisa lelaki itu bermain jalang dengan santai tanpa berusaha menutupi kelakuan bejatnya darinya.Yoora memutuskan pergi liburan ke Jeju untuk merefresh otaknya yang kesal tapi tidak tahu harus berbuat apa. Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam Yoora kini berada di Jeju,dia menyewa hotel sampainya dikamar dia merebahkan diri dikasur sebenarnya ingin jalan-jalan ketempat wisata tapi karena masih lelah dia memutuskan tiduran dulu.Yoora tiduran sambil melihat pantai Hamdeok agar sedikit menghilangkan penat pikirannya baru saja tiduran Yoora mendapat pesan dari suaminya. ‘Ponselku mati hancur lebih tepatnya tunggu aku di hotel tempatmu menginap aku akan kesana pastikan kamu tidak pergi kemanapun.Aku tidak suka mencari tidak perlu berfikir aku disana aku belum berangkat mungkin aku akan sampai malam ‘ ‘Apa dia sekarang juga ada di jeju?Kenapa dia tahu aku berada di sini? Mengesalkan saja apa jalangnya tidak membuatnya puas sehingga mencariku dasar sialan’batin yoora. Yoora membiarkan pesan dari suaminya tanpa berniat untuk membalasnya sedangkan Jimin setelah mengirim pesan pada istrinya dengan laptopnya lalu mengambil dompetnya dan bergegas pergi sambil memerintahkan anak buahnya untuk mengusir jalang-jalang tadi dan membersihkan apartemenya.Yoora yang sudah cukup istirahat lalu keluar kamar yang langsung mengarah kearah pantai untuk bersantai dan menunggu sunset. Sedangkan di MinGroup Yoongi masih bergelut dengan dokumen-dokumen yang harus dia cek dan dibumbui tanda tanganya,sudah sejak pagi tapi bukannya berkurang dokumen yang harus dikerjakan malah semakin banyak dan bertambah setiap waktu tapi Yoongi terlihat biasa saja dan tetap serius dengan pekerjaanya seperti sudah makanan sehari-hari jadi tidak ada yang perlu dikeluhkan. Jennie baru saja terbagun dan melihat jam sudah sore lalu bangkit menuju kamar mandi membersihkan diri sesebentar lalu menuju walkin closet,Jennie melihat bajunya masih rapi disini karena memang dulu dia sering menemani Yoongi tidur dikantor jika pria itu sedang lembur atau malas pulang ke apartemen.Jennie mengambil rok mininya dan baju crop top dengan model bra sport sehingga pahanya dan bahu dengan sedikit d**a yang menyembul keluar seperti mengundang pemangsa setelah selesai berganti pakaian ia keluar kamar dan melihat suaminya yang masih sibuk dengan pekerjaanya. Jennie berjalan melewatinya lalu menuju ke sisi ruangan kantornya yang hanya terlapisi kaca sehingga bisa melihat pemandangan dari luar.Yoongi yang mendengar pintu kamar pribadinya terbuka menoleh melihat istrinya yang berjalan didepannya memakai pakai kurang bahan mengernyit tidak suka.Dengan sedikit kesal dia menghampiri istrinya karena baginya tubuh istrinya bukan konsumsi publik,Yoongi memeluknya dari belakang lalu mengelus bahu hingga lengannya yang terbuka sambil mengendus tengkuk istrinya. "Apa yang kamu lakukan dengan pakaian begini?!" "Aku hanya melihat pemandangan yoon" “Bagaimana jika karyawanku masuk melihatmu?” Jennie diam saja tidak membalas pasalnya dia paham betul siapa yang berani masuk ruangan suaminya tanpa ijin dari pemiliknya kecuali keluarganya.Tangan Yoongi terulur membelai paha mulus istrinya lalu sedikit menarik rok span mini Jennie keatas hingga celana dalamnya mengintip keluar untung saja kaca didepannya kaca reflektif sehingga dari luar tidak bisa melihat. “Emmm by apa yang kamu lakukan” “Menyentuh istriku tentu saja” Tangan Yoongi semakin gencar menyentuh Jennie membelai paha dalam istrinya dan sedikit menggesek kewanitaannya lalu tangannya yang lain ke atas meremas salah satu d**a istrinya yang tidak besar juga tidak kecil sangat pas ditelapak tanganya seperti tercipta memang untuk dia seorang.Karena Nafsu Yoongi sudah diubun-ubun dia menarik Jennie membawanya kemabali ke kamar pribadinya lalu sedikit mendorongnya hingga terduduk dipinggir kasur.Yoongi mengelus bibir cherry istrinya dengan ibu jarinya lalu turun membelai leher jenjangnya terus turun sampai menyentuh d**a istrinya yang sedikit menyembul keluar menekanya pelan sambil menikmati sensasinya. “Kenapa suka sekali menggodaku saat bekerja hmm” "Bekerjalah jangan hiraukan aku" Jennie menjatuhkan tubuhnya ke kasur seolah pasrah dimata Yoongi,melihat itu Yoongi langsung membuka dasinya sedikit kasar diikuti dengan membuka jasnya dan melemparnya asal.Yoongi membuka semua kancing kemejanya dalam satu tarikan sehingga semua kancingnya berhamburan entah kemana lalu menhampiri Jennie yang tersenyum dibawahnya.Jennie mengalungkan lengannya dileher suaminya ada binar bahagia dimatanya saat melihat suaminya begitu tidak sabar untuk menikmati tubuhnya itu artinya tubuhnya masih menarik dimata suaminya.Sejak suaminya menikah lagi dengan gadis yang lebih muda darinya ketakutan dicampakkan oleh Yoongi terus menghantuinya apalagi madunya dulunya seorang idol dengan visual mahal. "Sepertinya aku harus menunda pekerjaanku karena ada seorang yang merindukan sentuhanku" “Emm jadi suamiku tidak merindukan tubuhku” “Jangan bercanda sayang tubuhmu sudah menjadi candu untuku” Jennie menarik wajah Yoongi mendekat padanya lalu mencium bibirnya melumatnya dan berakhir menggigit bibir bawahnya sehingga menimbulkan sedikit robekan disudutnya setelah puas Jennie melepas ciumannya terlihat sedikit darah mengenang disana menghiasi bibir Yoongi yang memerah karena ciumannya. "Aku suka caramu yang meninggalkanku setelah memakaiku by" Jennie memasang wajah cemberut mengingatkan Yoongi saat berkunjung ke Vegas mereka bercinta hingga menjelang pagi tapi saat dia bangun nihil suaminya sudah kembali kekorea tanpa berpamitan padanya sampai-sampai dia berfikir seperti jalang yang dipakai lalu dicampakkan.Yoongi paham maksud istrinya dia mengelus pipi Jennie dengan punggung jari telunjuknya dengan penyesalan karena dia tidak bisa lama-lama divegas saat itu. “Mianhae lain kali aku tidak akan seperti itu" "Aku merindukanmu by" “Aku lebih merindukanmu sayang” Yoongi dan membuka gesper celananya dan melepaskannya lalu mengikatkan pada kedua tangan Jennie yang ia kunci diatas kepala membuat Jennie hanya mampu mengeliat pasrah apapun yang dilakukan suaminya padanya.Yoongi yang mengartikan tindakan Jennie seperti signal mengundangnya segera mendekat menggigit kecil telinganya dan menjilatnya lalu berbisik. "Kamu sangat sexy sayang" Yoongi lalu mencumbu leher Jennie memberinya banyak kissmark disana sambil tanganya mulai meremas sedikit kasar d**a istrinya.Jennie hanya mampu mendesah bahkan semua kalimat yang keluar dari mulutnya mirip desahan yang membangkitkan gairah lelaki Yoongi "Yoon apa yang kamu lakukan kenapa nikmat ahhh ahhh" Yoongi terus menyusuri kulit Jennie memberi tanda kepemilikannya disana lalu mengulum dadanya yang banyak berterbaran kissmark disekitarnya.Tangan Yoongi terulur kebawah melepaskan celana dalam istrinya lalu membelai bibir kewanitaan Jennie sambil sesekali memainkan klirotisnya,Yoongi menyerigai puas melihat istrinya begitu menikmati sentuhannya. “Bagaimana sayang apa kamu menikmati sentuhanku” "Hhmmm aaaahhh yoon Jennie semakin hebat mendesah ketika kedua jari suaminya bermain-main kedalam titik pusat intimnya bergerak keluar masuk dengan cepat dengan mulut yang setia mengulum dadanya.Setelah puas Yoongi melepas kulumannya dan mengecup bibir istrinya sebentar tanpa mengurangi tempo permainan jarinya dikewanitaan Jennie. "Mendesah lah dengan keras sayang aku merindukan desahanmu itu" "Aaaaaaaahhhhhhh yoooonnnn aku mohon lebih cepat.AAAHHHHHHH BABE iya disitu ..." Jennie sedikit berteriak ketika dia merasa mendekati klimaksnya,Yoongi terus mengocok kewanitaan istrinya dengan jarinya sampai dia bisa merasakan istrinya akan keluar namun ia sengaja berhenti dan mengeluarkan kedua jarinya membuat Jennie mendesah kecewa tapi tidak berlangsung lama Jennie malah dibuat shock oleh suaminya yang menegluarkan vibrator dari laci. "Aku punya mainan baru sayang,kita lihat bagaimana cara kerjanya" “By,kamu bercandakan Ahhh” Yoongi menghiraukan Jennie lalu menyalakan alat itu dan memasukkannya ke kewanitaan Jennie dengan speed pelan awalnya namun langsung Yoongi rubah menjadi cepat.Jennie langsung mendesah hebat dengan tubuh yang menggeliat tidak tentu arah merasakan kenikmatan dari bendak laknat itu. "YOONN ahhh by aku mohon hentikan aku tidak tahan" Dengan susah payah tangan Jennie yang terikat gesper suaminya terulur kebawah berniat membuang benda laknat itu tapi dengan cepat Yoongi menepis tangan istrinya.Jennie terus mendesah hebat oleh benda laknat itu hingga lemas dengan tubuh basah oleh kringat entah sudah klimaks berapa kali dia dengan mata sayu yang menggambarkan kelelahan menatap suaminya meminta Yoongi berhenti.Yoongi kasian tapi juga suka lalu melepas benda itu dan membuangnya asal,Jennie yang merasahkan itu mendesah lega. YOONGI POV Melihat Jennie dengan kondisi seperti ini dimataku terlihat sangat menggairahkan kini aku ingin permainan yang sesungguhnya. Aku melepas semua bajuku serta merobek atasan crop yang dipakai istrinya hingga terbelah menjadi dua menyisahkan rok span mini Jennie yang sudah berkumpul diperutnya.Karena nafsuku sudah dipuncak tanpa aba-aba aku menghentakkan kejantananku dengan keras menghujam miliknya. "AAaaaahk yyoonn…" Aku tersenyum bangga mendengar desahan nikmat yang keluar dari mulut istrinya kulihat Jennie hanya mampu mendesah lemah dengan perlakuanku,dia juga sangat menikmati setiap tusukan yang kuberikan.Ini sungguh sangat nikmat aku semakin gila dengan permainanku sendiri,menghentakkan dengan sangat cepat dan dalam menyentuh rahimnya,aku tidak peduli dengan rancauannya yang memintaku untuk perlahan. Aku terus menghujam kewanitan Jennie sambil melihatnya yang hanya mampu mendesah sambil terus memanggil namanya dengan bibirnya yang menggoda di mataku,dengan cepat aku menyambar bibir cherrynya yang sangat manis itu.Aku akan segera klimaks tapi aku tidak akan keluar begitu saja dan membuat Jennie terpakar nikmat didalam kuasaku.Aku berhenti sejenak lalu menebuk p****t sexy Jennie mintanya berbalik menjadi doggystyle. Aku senang melihat Jennie menuruti kemauanku dan membalik tubuhnya mengimbangi semua nafsuku,bahkan membuat posisi pas membuatku semakin mudah untuk memasukinya.Aku segera memasukkan kembali kejantananku ke dalam kewanitaannya dengan posisi doggystyle,sambil menarik rambutnya kebelakang sehingga kepalanya sedikit terdongkak kebelakang dan kembali bergerak dengan cepat.Aku bisa merasakan tubuh Jennie yang bergetar karena klimaks tapi aku terus memompanya tanpa berniat untuk berhenti. " AAAHHHHH YYYOOONN aku sudah keluar kumohon berhenti sebentar" Teriak Jennie karena aku terus menghujamnya tanpa henti bisa kurasakan tubuhnya semakin bergetar hebat dan lemah tapi aku tidak peduli semakin kuperdalam setiap tusukkanku padanya.Aku sedikit mengeram nikmat saat merasakn pijatan dari dinding rahim istriku bahkan semakin mengetat karena klimaksnya. "Ahhh sayang sialan kenapa milikmu semakin nikmat" “Ahhh by aku kan keluar lagi” "Tahan sebentar sayang kita keluarkan bersama aahhh aku juga akan segera keluar” "Ammnpun yooonnn ahhh aku sudah tidak bisa menahannya” "AAAAHHHKK " teriakku bersamaan dengan spermaku yang keluar memenuhi rahimnya bercampur dengan klimaksnya hingga mengalir keluar karena tidak bisa tertampung lalu menjatuhkan diriku diatas tubuh Jennie. POV YOONGI END Yoongi melepas penyatuannya dan merasakan tidak ada pergerakan dari istrinya seperti Jennie tertidur karena kelelahan setalah bercinta.Yoongi bangun dari atas tubuh istrinya pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri,tidak lama dia keluar melihat istrinya dengan posisi yang masih sama tengkurap,Yoongi mendekat membenarkan posisi tidur istrinya agar bangun nanti tidak sakit semua wlaupun dia tidak yakin.Wajah Yoongi mendekat mengecup kening istrinya dan mengelus pipinya sebentar lalu menyelimuti tubuh terlanjang Jennie. “Aku mencintaimu Jenn sangat,ingat itu!!” Yoongi lalu menuju walkin closet mencari pakaian kantor baru setelah rapi dia keluar dari tempat istirahat dan kembali melanjutkan pekerjaanya yang sempat dia tunda dengan sengaja tapi dia sadar tadi belum sempat makan siang,Yoongi mencari ponselnya untuk memesan makanan.Namun ada pesan dari hyungnya mengirim video Jieun yang sedang berlibur di Jeju lalu membalas pesan itu. ‘Nee hyung tolong jaga istriku ingatkan jangan terlalu lelah’ "Maaf ay belum sempat mengajakmu liburan semoga kamu menikmati liburanmu" monolog Yoongi lalu kembali melanjutkan kerja. Sementara itu di Jeju,Jieun dan Seojoon menikmati liburannya seharian penuh lalu sekarang mereka memutuskan untuk pulang ke Seoul karena hari mulai gelap,tanpa mereka sadari sejak tadi ada sebuah mobil yang membuntuti mereka pria didalam mobil itu sudah lama merencanakan untuk menculik Jieun karena obsesinya. "Let's play to tomorrow" ucap lelaki itu. Setelah sampai dirumah,ada eomma Jiah yang sedang berkunjung karena ingin menjenguk cucunya dan menyuruh Jieun besok datang kerumah karna appa ingin bertemu masalah menciptakan lagu kembali setelah berjanji tidak akan kembali ke dunia hiburan.Jieun hanya bisa menghela nafas padahal dia hanya menulis lagu tapi appanya masih mempermasalahkannya,dia semakin benci dan tidak bahagia dengan kehidupannya sekarang.Jieun rindu saat dulu masih tinggal dengan kakek dan Jimin dia begitu bebas apapun dia bisa lalukan sesukanya sedangkan sekarang semua serba terkekang dan menciptakan lagu adalah solusi dia untuk menghilangkan stress namun sama saja dia tidak bisa begitu bebas setelah membicarakan itu eomma Jiah langsung pulang bersama Seojoon. Setelah kepulangan eomma dan oppanya Jieun istirahat sebentar dikamarnya sedangkan kedua anaknya sudah tidur sejak tadi bersama pengasuh mereka.Jieun yang niatnya ingin tidur karena lelah jadi tidak bisa memikirkan perkataan eommanya. “Hah kenapa kehidupanku jadi seperti ini” Jieun terus merenung memikirkan kisah hidup yang tidak pernah ada dalam mimpinya sekalipun sampai tanpa sadar air matanya terjatuh dan tangisnya semakin menjadi saat dia merasa seorang diri tanpa siapapun disisinya saat ini bahkan suaminya juga tidak ada padahal dia sekarang sangat membutuhkan pelukannya.Jieun berniat menelepon Yoongi tapi dia teringat jika Jennie datang ke Korea dan suaminya akan menginap di apartemenya lalu Jieun meletakkan kembali ponselnya mengurungkan niatnya.Jieun lalu merebahkan dirinya sambil menangis dalam diam. Sedangkan di MinGroup Jennie baru saja bangun tidur dengan tubuh yang hampir remuk karena melayani nafsu suaminya.Jennie berusaha bangun menuju kamar mandi lalu berendam air hangat dibathtub agar tubuhnya lebih rilexs.Satu jam berlalu Jennie merasa lebih segar setelah berendam,dia keluar kamar mandi menuju walkin closet mencari dress yang cukup panjang agar tidak kembali diterkam oleh suaminya.Jennie lalu kemeja rias menutup lehernya dengan foundation yang hampir rata oleh hasil karya suaminya setidaknya nanti terlihat samar.Setelah selesai Jennie keluar ruangan dan melihat Yoongi yang masih duduk di kursi kebesarannya seperti biasa fokus dengan dokumennya,Jennie menghampiri suaminya memeluk lehernya dari belakang dan mencium pipinya sebentar membuat Yoongi menghentikan aktivitasnya menarik istrinya duduk dipangkuannya. “Apa yang tadi masih kurang mau menggodaku lagi?” “Isshh pinggangku sakit karenamu” “Hahaha salah sendiri tadi memakai baju begitu kalau beginikan aku tidak kan memakanmu” Yoongi mengecup kening istrinya lalu tangannya terulur memijat pinggang Jennie karena dia sadar tadi bermain sedikit kasar karena terlalu merindukan tubuh istrinya sedangkan Jennie menyandarkan kepalanya kedada suaminya sambil menikmati pijatannya. "Yoon aku ada acara reuni bolehkan jika aku pergi" “Yoon siapa?” “Mian maksudku by” “Kamu tidak lelah?” “Lelah sih tapi aku sudah lama tidak bertemu teman-temanku” “Baiklah aku akan menyuruh sopir mengantarmu,kabari aku jika telah sampai nanti dan jangan pulang larut malam” “Nee by” Yoongi menghentikan pijatannya lalu membiarkan istrinya bangkit tapi sebelum pergi Yoongi masih sempat-sempatnya menarik tengkuk istrinya dan mencuri ciuman hingga bibir Jennie sedikit bengkak.Jennie memukul pelan d**a Yoongi merajuk manja lalu pergi dari ruangan suaminya,Yoongi hanya mampu menghela nafas padahl niatnya akan menghabiskan waktu bersama Jennie setelah pulang kantor tapi malah tidak bisa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN