Aku tidak bisa membiarkan Dina sendiri, tapi mengajaknya bersamaku bukanlah ide yang bagus. Maka kulajukan mobil ke tempat Marisa. "Kita mau ke mana, Bang?" tanya Dina menyadari kalau aku berpindah haluan. "Maen ke tempat Marisa, ya," ajakku, dia hanya mengangguk. Dia terlihat lebih lega setelah Bang Rian meminta maaf karena sempat menyalahkannya atas kematian kakaknya, aku tahu mereka sama-sama terpukul. Sangat tidak adil jika semua kesalahan ditimpakan pada Dina, Bang Rian telah menceritakan padaku tentang kisah yang pernah terjalin antara istriku dan Firman, tapi sepertinya sesuatu yang terjadi antara mereka jauh lebih dalam dari yang terlihat. Dadaku terasa sesak, mengingat kesucian Dina yang telah terkoyak. Mario menyalahkanku atas hal itu, jadi jelas bukan kami yang melakukann

