Selesai

1717 Kata

“Dia bekerja sebagai model.” Daya menunggu cerita Ezra dengan sabar. “Saat kami pertama bertemu, dia masih sekolah modelling tapi sudah sering dapat kerjaan freelance. Karena baru sama – sama merintis karir, aku ngajak dia tinggal bareng.” Daya memiringkan kepala dan menatap Ezra sambil mencibir. “Modus!” Ezra mencubit pipi Daya dan kembali melanjutkan cerita.  “Sejak awal dia memang sudah bilang kalau dia menolak punya anak, maka dari itu aku rutin nyuruh dia KB. Bahkan mengingatkan. Tapi namanya juga manusia, ada lupanya.” Daya kembali mencibir, kali ini Ezra memberikan tatapan miring. “Mau dilanjutkan enggak?” Daya senyum menunjukkan gigi dan mengangguk. “Ya suatu hari kayaknya dia lewatkan KB-nya, terus tiba – tiba aku melihat banyak perubahan aja dari dia. Mood swing yang cepet b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN