Hari berganti, Daya merasa semakin ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Namun, untuk menghalau kekhawatiran Ezra juga Troy, ia memaksakan diri dengan beraktifitas seperti biasa. Begitu melihat Daya sedang sibuk di dapurnya sepagi ini, Ezra memeluk perut wanita itu untuk mengucapkan selamat pagi dengan mesra. Daya terkejut hingga hampir melompat dari tempatnya, Ezra terkekeh dan meraih dagu Daya untuk mengecup bibir sang kekasih. “Mumpung bu Desi belum datang.” Bisiknya usil, Daya menyikut perut Ezra pelan, pria itu mengaduh. “Aku mau bangunkan Troy dulu.” Pamit Daya sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Ezra. “Aku aja.” Cegah Ezra dan mencium pipi Daya sebelum beranjak ke kamar anaknya. Daya kembali menyiapkan bahan – bahan untuk membuat sarapan. Terdengar suara ribut – ribut

