Kala matahari terbenam dan gelapnya malam menguasai cahaya siang. Gulita mulai menyeruak di penghujung hari, Arin dan Bhumi pulang ke rumah dengan mobil masing-masing. Saling acuh selepas sempat membagi senyuman satu sama lain dalam permainan tadi. Bhumi kembali ke kamar, begitu pula dengan Arin. Tak ada yang bertegur. Semua seolah kembali pada dunianya masing-masing. Namun saat hendak membuka pintu kamar, Bhumi termenung. Lantas menoleh, menatap kamar di ujung seberang sana yang baru saja tertutup. Tatapan pria itu selalu tidak pernah terbaca. Tapi, memandangi pintu kamar istrinya sendiri seolah menjadi bagian dari kebiasaannya sebelum masuk ke kamar. Pun Arin di dalam kamarnya itu melempar tas-nya sembarangan. Arin dan kebiasaan buruknya. Ia pun membersihkan diri dengan segera dan be

