Drrtt drttt drttt. Alina yang sedang bercermin itu pun menoleh ke arah ponsel nya bergetar. Tertera nama omar disana. "Halo kak." Sapa alina "Eh iya kak." setelah panggilan itu di matikan. Alina segera meraih tas nya ah kenapa dia gugup sekali. Ia melangkah menuju pintu depan hotel dimana sudah ada omar di depan sana. Alina tersenyum canggung ketika melihat keberadaan omar yang bersandar di dinding dengan kemeja hitam saja sebagai atasan nya dua kancing dibiarkan terbuka. Omar tersenyum, alina memang perempuan sederhana namun aura yang dia miliki itu benar benar memukau. Pantas saja sahabat nya itu benar benar tertarik. Entah apa yang saga lakukan melihat alina dengan rambut coklat yang di gerai semuanya di curly. Bagian pinggir nya di kepang ke tengah dengan begitu indah. Gaun putih

