Pesta pernikahan

1883 Kata

Alina memilin jarinya pertanda kalau ia sedang gugup. Bagaimana tidak, ia sekarang duduk di samping orang yang harus ia hindari. Sagara Kaivan Smith. Ini karena dengan santai nya sama menarik omar untuk duduk dengan nya. "Apa kabar?" Tubuh alina mematung mendengar suara berat yang sudah lama tidak ia dengar. Kepalanya mendongak menatap ke arah saga yang fokus menatap ke arah iren dan galen yang sedang mengucapkan janji suci. "Aku?" Bisik alina menunjuk dirinya. Apa benar saga berbicara padanya? Kalau bukan dirinya habis sudah pasti ia akan sangat malu. Saga menoleh, mata gelap itu menatap alina dengan datar. Tanpa orang ketahui ada pancara kerinduan yang mendalam disana. "Siapa lagi?" Tanya saga dengan alis terangkat. Ia menatap lamat wajah cantik dengan polesan make up menambah kesan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN