"Ini aneh." Galen, saka dan omar menatap ke arah alina yang menatap seluruh apartemen saga. "Jika emang nenek sihir itu yang culik ana, ngga mungkin apartemen serapih ini? Pintu apartemen ngga akan bisa di buka kecuali." "Ana yang buka" sambung Alina. Saka mengangguk ia memikirkan itu sedari tadi. Mereka sudah berada di apartemen saga, alina terpaksa meninggalkan alea kepada ibu saka. Untuk sekarang ia harus fokus pada kasus saga. "Gue sepemikiran dengan alina." ucap galen. Ini terasa salah, apartemen saga di lindungi dengan sistem yang kuat. Bagaimana mungkin ana hilang tanpa jejak seperti ini. Apalagi dengan keadaan apartemen yang rapi. "Ana yang kabur." Mereka menatap ke arah saka yang menatap datar ke arah cctv yang telah rusak. "Jadi dia berhianat?" Tanya omar. Saka mengangkat ba

