Dua bulan kemudian. Saga menggenggam ponsel nya dengan erat. Terus menunggu kabar dari seseorang di seberang sana. Ting Raut saga berbinar ketika mendengar dentingan ponsel milik nya. Dengan cepat ia membuka room chat yang memperlihatkan foto yang baru saja di kirim. Saga menahan gemas melihat betapa lucunya kaki sang putri yang berada di pelukan alina. Perempuan itu juga sangat memikat hanya dengan rambut di cepol, bahkan dengan wajah yang tidak terlihat. Tapi tunggu, bukan nya itu dikamar? "Sialan." umpat saga ketika menyadari sesuatu. Dengan cepat ia mendial nomor yang mengirimkan foto kesayangan nya. "Halo ga kenapa? Nanti al curiga." "Lo ngapain di kamar alina omar?" geram saga. Omar menegang kenapa ia bisa lupa akan hal ini, ais dia jadi bingung ini. "Ah ini tadi gue ngej

