Alina terduduk, ia menggeleng menenggelamkan wajahnya di antara lutut. Menangis keras karna luka saga juga sama dengan lukanya. Ia dan saga tidak bisa bersama, alina terus menggeleng. Saga berlutut di hadapan alina, ia mendekap alina dengan erat, "Lepasin aku kak." Saga mengangguk, "Biarin malam ini gue ngedekap lo al. Sebelum lo benar benar pergi." Tangis alina semakin kencang. Kedua insan itu saling mendekap menyalurkan luka yang tidak ada obat nya. "Alina juga sayang kakak." Saga mengeratkan pelukan nya. Pengakuan alina semakin membuat ia terasa sakit. Nyatanya alina sadar dengan perlakuannya selama ini. Tapi perempuan itu terlalu takut, takut membuat mereka berdua terluka seperti saat ini. Saga menggendong alina membawa perempuan itu ke atas kasur milik nya tanpa melepaskan pe

