Galen menekan bel apartemen saga. Tidak butuh waktu lama pintu tersebut terbuka menampilkan wajah dingin saga. Saga langsung menarik alina dari rangkulan iren tanpa memperdulikan keduanya. "Ga tunggu." Tahan iren. Ia tidak tega melihat alina meringis. Galen menahan iren yang ingin mengejar saga. Sepertinya terjadi sesuatu di antara mereka berdua. "Kita tunggu disini aja yang biarkan saga menyelesaikan semuanya." Ucap galen. "Tapi." Ragu iren apalagi melihat wajah saga yang mengeras tadi. "Ngga apa apa ayok." ajak galen ia yakin saga tidak akan berani macam macam apalagi ada alea. Namun dugaan galen salah. Saga menarik kasar alina menuju kamar nya. "Kak sakit." rintih alina kesakitan. Lengan nya terluka dan saga mencengkram nya begitu kuat. Saga menghempaskan tangan alina kasar ia

