Project Ryou & Rin X Krimson Fresh tampaknya menuai kesuksesan. Pasalnya, Krimson Fresh berhasil terjual sebanyak 75.000 produk hanya dalam 1 minggu saja. Tentunya, salah satu penyebab utamanya adalah iklan yang dibuat oleh perusahaan dengan bantuan Ryou dan Rin.
Bayangkan saja, video teasernya sudah ditonton sebanyak lebih dari 20 juta kali. Wow, angka yang cukup besar untuk teaser dari sebuah produk. Tak terasa, job-job semakin berdatangan. Namun, tidak semua juga harus Ryou terima, kan? Ryou adalah tipe pemilih. Dia tidak akan langsung menerima tawaran job sembarangan dan Aika pun sudah tahu betul tentang itu. Jadi, tidak perlu khawatir.
"Ahh, segar sekali. Di mana kau membeli minuman ini?" tanya Ryou.
"Kelihatannya kau sangat senang?" balas Aika.
Aika mengabaikan pertanyaan Ryou. Dari sudut mana pun, Ryou tidak akan bisa menyembunyikan raut bahagianya. Sudah jelas, siapa yang tidak senang kalau projectnya berhasil dan berjalan lancar?
Ryou melirik TV yang menempel di dinding itu. Layarnya menampilkan video teaser yang diambil tempo hari. Memperlihatkan Ryou dan Rin yang sedang berlari, saling mengejar, serta tertawa bersama dengan raut wajah bahagia. Di akhir teaser, Ryou dan Rin meminum Krimson Fresh dengan salah satu lengan mereka yang berkaitan. Ditutup dengan saling menatap.
"Terima kasih. Berkat dirimu, aku bisa melakukannya," ucap Ryou sambil menatap Aika.
"Apa maksudmu? Bukankah kau memang bisa melakukannya? Tidak ada hubungannya denganku. Kau sudah melakukannya dengan sangat baik."
Grep
Seperti biasa, Aika akan langsung mendorong Ryou ketika dia berusaha memeluknya.
"Kau ini kenapa, hm? Kau tidak mau aku memelukmu? Padahal, itu adalah ucapan terima kasihku."
"Sepertinya kau harus ke dokter, Ryou. Berapa kali aku bilang untuk tidak menggodaku. Banyak gadis lain yang bisa kau ganggu sepuasmu, tapi aku tidak termasuk ke dalam salah satunya. Pergilah!"
"Berapa kali juga aku bilang kalau aku akan terus-terusan melakukannya," tantang Ryou.
"Di mana harga dirimu sebagai selebritis ternama, Tuan Ryou? Sikapmu tidak mencerminkan usiamu sekarang. Huhh, kapan kau akan lelah melakukan semua ini? Bagaimana kalau ada orang yang melihatmu melakukan hal konyol itu? Terlebih lagi, bagaimana kalau para fansmu melihatnya? Kalau perlakuanmu itu sampai terekspos kamera, aku yakin media sosial akan dipenuhi oleh berita-berita aneh. Misalnya saja, berita Selebritis Ternama Ryou Shinjirou Terciduk Bermesraan dengan Manajernya. Kau mau hal itu sampai terjadi?! Mereka akan menyerangku karena dianggap merebutmu dari publik."
"Hahahaha, astaga. Kau lucu sekali. Kau takut dengan hal semacam itu?"
Satu kata yang menggambarkan raut wajah Aika saat ini. Ya, menggemaskan. Ryou tidak menyangka kalau Aika akan sepanik itu. Apakah Aika memang seteliti itu, sampai dia memikirkan pemberitaan dan sebagainya?
"Aku serius, Ryou."
Jebret!
"Tidak akan ada yang melihat kita kalau aku menutup pintunya, kan?" kekeh Ryou.
"Kau jangan macam-macam, ya! Aku adalah manajermu. Apa kau tidak diajari sopan santun? Aku akan melaporkan tindakanmu kalau kau berani mendekatiku 1 langkah saja."
Aika langsung mengambil sapu yang ada di sudut ruangan. Selama ini Aika sudah cukup sabar menghadapi sikap Ryou. Tapi, kesabaran seseorang itu ada batasnya. Jangan coba-coba mengusik harimau yang tertidur. Kalau Ryou berbuat hal-hal di luar batasannya, Aika tidak akan segan untuk menghajarnya.
"Hahahahaha, apa yang kau lakukan, Sayang? Sudah, turunkan sapunya. Aku hanya bercanda, hahaha. Aduhh, perutku. Wajahmu lucu sekali."
"Jangan main-main denganku! Cepat buka pintunya," pinta Aika.
"Kenapa tidak kau sendiri yang membuka pintunya?" tantang Ryou sambil menyeringai.
Lagi-lagi, Ryou menanyakan pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Yang benar saja! Ryou sedang bersandar pada pintu sambil bersidekap d**a. Sekarang, katakan! Bagaimana caranya Aika melewati Ryou yang menutup satu-satunya akses keluar dari ruangan pribadi itu.
'Baiklah, sepertinya aku harus pakai kekerasan. Persetan dengan jadwal shootingnya yang hanya tinggal 30 menit lagi. Kalau dia tidak mau menyingkir juga, akan kupukul dia dengan sapu ini,' batin Aika.
1
2
3
Hap!
Lagi-lagi, Ryou berhasil menahan pergerakan Aika. Namun, Aika tidak kehabisan akal begitu saja.
Duagh!
"Hei, kau gila, ya? Jangan menyerang bagian vitalku? Huhh, nyaris saja. Apa kau mau menghilangkan masa depan kita? Bagaimana nasib anak kita nanti?"
Sial, masih juga tidak kena! Sebagai informasi, Aika pernah belajar karate. Meskipun tidak terlalu pandai, tapi dia mengerti bagaimana cara menyerang lawannya. Sayangnya, itu dulu.
"Kau yang gila. Kau mau berbuat sesuatu yang buruk terhadapku. Dasar bocah kurang ajar! Baru kali ini aku menyesal karena lebih memilih belajar karate dibandingkan kendo."
"Siapa juga yang mau melakukan hal buruk padamu? Jangan-jangan, kau memang berharap aku melakukan itu, ya?" goda Ryou.
Baiklah, Aika sudah bersiap-siap untuk menghantam Ryou lagi.
"Eitss, tenanglah. I love you, Baby. Jangan berbuat kasar padaku. Percayalah, aku tidak pernah berniat buruk padamu. Aku hanya bercanda saja," kekeh Ryou.
"Kalau begitu, buka pintunya."
"Tidak mau."
"Lihat? Kau sendiri yang memancing kecurigaanku."
"Sekali ini aja, berpikirlah positif tentangku."
Ryou meletakkan sapu itu kembali ke tempatnya. Menggenggam tangan Aika, lalu menuntunnya untuk duduk di sofa.
"Duduklah," titah Ryou.
Saat Ryou ingin ikut duduk di samping Aika, Aika langsung menggeser posisi duduknya menjadi di bagian paling ujung sofa. Tak ayal, tingkahnya itu mengundang kekehan Ryou.
"Kau ingin duduk sejauh apa pun, aku pasti bisa menggapaimu."
Ryou membaringkan tubuhnya di sofa ini, dengan menjadikan paha Aika sebagai bantalan untuk kepalanya.
"Ryou, kau ini apa-apaan?"
"Tadi kau takut ada orang yang melihat kita. Sekarang, apa lagi masalahnya? Pintunya sudah kututup. Bahkan, aku sampai mempertaruhkan masa depanku hanya demi menutup pintu itu."
Aika sedikit meringis ketika mendengar kata-kata mempertaruhkan masa depan. Ya, mau bagaimana lagi? Dia berpikir kalau Ryou akan melakukan hal itu padanya. Salahnya sendiri karena menutup pintu, hingga menyisakan mereka berdua saja.
Sebelum Ryou memejamkan matanya, dia menyempatkan diri untuk mengambil salah satu tangan Aika. Mengenggamnya, lalu mengecupnya pelan. Aika sudah menduga kalau Ryou akan melakukan itu.
"Kenapa kau senang sekali memegang tanganku? Kalau kau menyukai tanganku, kenapa kau tidak memotongnya saja agar kau bisa memeluknya sepuas hatimu?" sarkas Aika.
"Ohh, begitu. Kau cemburu dengan tanganmu sendiri?"
"Terserah kau saja, Ryou. Jangan menabuh genderang perang. Akan ada shooting sebentar lagi, jadi persiapkan dirimu. Kau yakin akan tidur sekarang?"
"Hm."
Hanya gumaman yang terdengar. Tampaknya Ryou memang benar-benar bisa tertidur pulas kalau ada Aika.
***
Shooting sudah berlangsung. Seperti biasa, Aika pun memantau dari kursi penonton sambil mengotak-atik ponselnya. Mencegah kebosanan yang tercipta karena dia tahu shooting kali ini akan berlangsung sampai larut malam.
Tiba-tiba, ada yang menghampiri Aika.
"Hai, Nona," sapa seseorang.
Aika mendongkak. Menatap lelaki yang sedang berdiri itu. Rambutnya yang klimis, hidungnya yang mancung, dan perawakan yang gagah.
"Iya, Tuan? Ada yang bisa kubantu?"
"Ahh, tidak. Aku hanya ingin berkenalan denganmu. Aku dengar, kau adalah manajer dari beberapa selebritis yang namanya kian melambung tinggi saat ini. Pekerjaanmu pasti sangat berat, kan?"
"Oh, iya, iya, silahkan duduk dulu, Tuan."
"Terima kasih. Namaku Hayato Yakamura, senang bertemu denganmu."
Namanya seperti tidak asing di telinga Aika. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?
"Namaku Aika Shizu, senang berkenalan denganmu, Tuan."
"Jangan panggil Tuan, panggil saja Hayato. Aku tidak nyaman dipanggil seperti itu."
"Ohh, baiklah. Hayato-san?"
"Itu lebih baik."
"Ahh, iya, baiklah. Jadi, ada perlu apa Hayato-san kemari?"
'Astaga, hehe. Gadis ini sangat to the point sekali,' batin Hayato.
"Ahh, begini. Kalau aku tidak salah, kau adalah manajer dari Ryou Shinjirou. Benar, kan?"
"Iya, benar sekali. Apa kau ingin melakukan collaboration project bersamanya?"
"Hmm, entahlah. Aku tidak pernah berpikir untuk melakukan collab."
"Ahh, ternyata begitu."
"Aku hanya ingin bertukar pikiran dengannya saja. Tapi, karena sepertinya dia sedang sibuk shooting ..., tidak ada salahnya bagiku untuk berbicara dengan manajernya, bukan?"
"Tentu saja, Hayato-san. Memangnya ada apa?"
"Ehmm, sebenarnya, aku akan menggelar mini konserku dalam waktu dekat ini. Aku ingin bertanya apakah agensimu bersedia mengirimkan selebritis terbaiknya untuk membantuku mengisi acara itu karena aku sangat berharap banyak bintang tamu yang bisa ikut memeriahkan acaranya. Maafkan aku, seharusnya manajerku yang menghubungimu. Tapi, aku sedang ada masalah dengannya. Apalagi, manajerku terancam dipecat karena satu dan lain hal. Maka dari itu, aku sedikit kewalahan mengatur waktuku. Ada masalah memang hal yang wajar, tapi pekerjaan harus tetap berjalan. Kau mengerti maksudku, kan? Mini konser itu adalah hal yang sangat penting bagiku."
"Aku mengerti. Maaf, aku tidak tau kalau kau sedang ditimpa masalah. Aku turut prihatin. Tapi, tenang saja. Aku akan membicarakan hal ini pada agensi. Kau bisa memberikan daftar nama artis dari agensi kami yang kau harapkan bisa ikut memeriahkan konsermu. Untuk masalah bayarannya, itu bisa dibicarakan nanti. Tapi, aku tidak yakin Ryou bisa menjadi bintang tamu di acaramu untuk sekitar tanggal 18-20. Jadwalnya sangat padat dalam 3 hari itu. Aku harap konsermu berada sebelum ataupun setelah tanggal-tanggal tadi."
"Tentu saja, aku akan atur untuk itu. Terima kasih banyak atas bantuanmu. Sebuah keberuntungan bagiku karena aku bisa bertemu denganmu langsung. Dan mungkin ..., aku akan lebih merasa beruntung lagi kalau kau yang menjadi manajer pribadiku."
Hayato sedikit iri karena Aika mengurus pekerjaan Ryou dengan baik, berbeda dengan manajernya saat ini. Bahkan, mereka berkonflik sekarang. Ahh, andaikan saja Aika adalah manajernya, mungkin Hayato tidak perlu mengeluarkan tenaga dan waktu yang lebih untuk mengatur semuanya sendiri. Tampaknya, Aika adalah tipe manajer yang perhatian. Dia memperhatikan jadwal job Ryou dengan baik.
"Tidak juga, Hayato-san. Mungkin, kau akan menyesal kalau memilihku sebagai manajermu. Jujur saja, aku orang yang cukup cerewet soal pekerjaan."
"Berarti kita cocok, aku juga membutuhkan orang yang sering mengingatkanku. Jangan salah paham dulu, bukan berarti aku pemalas. Tapi, aku ini memang pelupa. Jadi, memang sudah seharusnya aku diingatkan. Terkadang, hal itulah yang akan membuatku jadi sedikit lebih disiplin," kekeh Hayato.
"Wah, aku tidak pernah menyangka kalau aku akan bertemu dengan orang yang satu pemikiran."
"Hehe, aku pun berpikir begitu. Oh iya, apakah Ryou juga akan menggelar konser dalam waktu dekat ini?"
"Sepertinya tidak, Hayato-san. Masih banyak sekali yang perlu disiapkan, mengingat Ryou baru saja merilis single pertamanya. Kalau sesuai perkiraanku, seharusnya dia tidak akan menggelar konser apa pun di tahun ini. Tapi, entahlah. Masalahnya, agensi juga turut andil dalam masalah ini."
"Ohh, ternyata begitu."
"Hayato-san, maaf mengganggu waktumu. Tapi, sebentar lagi kau harus segera berangkat ke lokasi shooting. Kita masih harus mengejar 3 episode untuk series Mountain Shocker," ujar asisten Hayato.
'Apa? Mountain Shocker? Series yang digadang-gadang akan menjadi series terlaris itu?' batin Aika.
"Tunggu dulu! Jangan-jangan kau adalah ... Hayato Yakamura, pemeran Carlbross Digger itu, kan?!"
"Hahaha, iya, kau benar. Bukankah aku sudah memperkenalkan diriku tadi?"
"Astaga! Maaf, aku benar-benar tidak tau. Aku tidak menyangka kalau kau adalah Hayato Yakamura itu. Aku benar-benar minta maaf, Tuan. Maaf, karena sudah lancang berbicara denganmu seperti tadi. Tidak seharusnya aku berbicara seperti itu pada senior."
Aika sedikit membungkukkan badannya. Dia terlihat menyesal. Jujur, Aika tidak tahu kalau Hayato di depannya ini adalah Hayato Yakamura, salah satu aktor terbaik di Jepang. Ralat. Lebih tepatnya, Aika tidak menyadarinya. Aktor yang penuh dengan prestasi dan pengalaman itu pasti akan berpikir bahwa Aika adalah orang yang tidak tahu diri.
"Tidak apa-apa. Namamu Aika, kan? Aika, jangan terlalu formal padaku. Panggil aku seperti tadi saja. Itu akan membuatku merasa lebih nyaman. Lagi pula, aku senang bisa berbincang denganmu. Bukan hanya junior yang bisa belajar dari seniornya, tapi senior pun bisa belajar dari juniornya. Sudah, jangan mengkhawatirkan hal itu. Tidak masalah," kekeh Hayato.
"B-baiklah, Hayato-san," balas Aika kikuk.
"Kalau begitu, aku harus pergi. Ini nomor teleponku, aku akan menghubungimu nanti. Senang berkenalan denganmu, Aika. Sampai jumpa di lain waktu dan kesempatan."
"Terima kasih, Hayato-san. Sampai jumpa."
"Oh iya, untuk collab project dengan Ryou itu ... nanti akan kupikirkan," ucap Hayato sebelum dia benar-benar pergi.
Aika hanya bisa mengangguk. Aika masih tidak menyangka kalau dia memiliki nomor telepon Hayato Yakamura yang sangat rahasia itu. Aika tahu kalau dia adalah seorang manajer artis, tapi seorang manajer artis sekali pun pasti akan sulit sekali mendapatkan nomor telepon seorang Hayato yang sangat populer. Wajar saja, selama ini manajer ataupun asisten Hayato tidak akan pernah memberikan telepon sang artis kalau Hayato sendiri tidak menginginkannya. Tapi, tadi? Hayato Yakamura sendirilah yang dengan sukarelanya memberikan nomor itu pada Aika.
Grep
"Hei, apa yang sedang kau lihat?" celetuk Ryou.
"Astaga!" pekik Aika.
Kenapa Ryou selalu saja mengejutkannya seperti ini? Tiba-tiba, memeluknya dari belakang. Selalu begitu. Seperti tidak ada kegiatan yang lain saja. Tanpa basa-basi lagi, Aika segera melepaskan pelukan Ryou.
"Kau kenapa?"
"Harusnya aku yang bertanya. Kau yang kenapa? Aku bukan gulingmu, Ryou."
"Aku tidak bilang kalau kau adalah gulingku, tapi kau adalah pendamping hidupku."
"Cukup sudah, aku muak denganmu. Bisakah kita bahas yang lain saja?"
"Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang sedang kau lihat tadi?"
"Kenapa kau ingin tahu sekali tentang urusanku?"
"Karena urusanmu adalah urusanku."
"Baiklah, baiklah, atur saja sesukamu. Aku kalah dan aku tidak akan berbicara lagi."
Setelah itu, Ryou melupakan pertanyaannya tadi. Sebenarnya, dia tidak berniat bertanya. Dia hanya ingin mengalihkan atensi Aika. Ketika dia sudah berhasil menggoda Aika, maka moodnya pasti akan cepat kembali. Itu saja.