Ana membuka pintu kamar Daniel dan menemukan kamarnya kosong, mendadak Ana di landa panik. Ia membuka pintu lemari dan kosong. Apakah Daniel pergi tanpa mengatakan hal apapun padanya, tapi kenapa. Ana bergegas berlari keluar kamar dan pergi menuju lantai satu. “mam. Kau melihat Daniel pergi?”Tanya Ana kelewat panik. Ana benar-benar panik, Ana tidak mau kehilangan Daniel, cukup ia pernah merasa kehilangan 2 sosok yang sangat di cintainya, daddy dan Nathan. Ana tidak mau kehilangan lagi, cukup. Ia sangat sakit ketika merasakan hal itu, dan tidak mau merasakannya lagi. Sang ibu menggelengkan kepalanya, menjawab pertanyaan putrinya. “aku tidak melihatnya keluar, kenapa? Daniel pergi? Dia tidak mengatakan akan pergi kemana?kenapa terburu-buru sekali?” “tidak tahu mam. Aku bahkan tak

