Adrian menarik rambutnya kasar mendapati Dita menahan keram perut yang akhir-akhir ini sering timbul pada trismester akhir. “Rian apa yang kau lakukan antar aku ke rumah sakit, ini sakit seklai tolong lah” ujar Dita menyadarkan laki-laki yang sedang kebingungan memperhatikan dirinya yang tengah merintih dengan keringat yang membenajiri hampir seluruh tubuhnya “baik, baiklah tunggu sebentar” “apa yang kau tunggu Rian perutku sakit cepatlah”titah Dita pada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut Tanpa berfikir panjang Adrian menggendong perempuan hamil tua tersebut melarikannya pada rumah sakit terdekat. “bagaimana keadaan pasien dok?” tanya Adrian pada dokter laki-laki yang tadi menangani Dita “keram biasa, itu hanya kontraksi palsu yang biasa di alami oleh ibu hamil apa lagi beliau

