“terima kasih pak” ucap Adriana pada supir taksi pesanannya. Adriana memandangi pelataran rumah sakit tempatnya bekerja dulu “masih sama” ucapnya tersenyum memandangi taman yang menjadi saksi bisu hari-hari menyenangkan saat dulu ia masih berkerja untuk Nadine hospital, yah ia kini berada di rumah sakit Nadine, Ia mendapat undangan khusus dari Nadine mengunjunginya, sejujurnya ia sudah sangat merindukan pekerjaan lamanya, tapi ketakutan itu masih kerap menghinggapinya. Setahun meninggalkan rumah sakit tersebut tak banyak yang berubah, rumah sakit itu masih sangat padat. Namun Adriana memilih lift khusus menuju ruangan Nadine, ia tak ingin menciptakan kehebohan bila ada yang mengenalinya, sebab belum banyak yang mengetahui kalau dirinya masih di beri kesempatan bernafas. Bahkan namanya

