Part 45

2106 Kata

 Adriana terbangun saat mendengar Lentera menagis kencang, rutinitasnya di dini hari, entah itu ngompol atau kehausan. Saat yang sama netranya tertuju pada sosok yang hampir  dua bulan belakang selalu menghindari dirinya, tanpa ia tau letak kesalahannya di mana, tak ada perasaan berbunga mendapati sang suami berada di sekitarannya. “andai aja malam itu kamu mendengarkan aku mas, pasti saat ini dia masih bertahan” dengan cepat Adriana menghapus sudut matanya yang sudah berlinangan air mata. Ia mempunyai riwayat taruma yang membuatnya bisa saja kembali pada masa-masa itu, ia ingin bangkit tanpa atau adanya suaminya. “anak mama ngompol yah?” ucap Adriana mengganti pakaian sang puteri yang sudah basah, meski masih menggunakan infus di tangannya ia masih bisa melakukan pekerjaannya sebagai ib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN