Adriana mengusap peluh yang bercucuran membasahi tubuhnya, setelah suaminya bersikukuh untuk pergi Adriana tak bereaksi apapun ia hanya diam dan memperhatikan langkah suaminya yang menjauh “maaf tadi ponsel kamu berbunyi, nama di Dita di sana. Dia perempuan yang sama kan mas, ketika Riana di pulau hantu?” “kamu periksa ponsel aku?” tanya Adrian dengan mata nyalang, jujur Adriana takut dengan mata suaminya malam ini “tidak mas, Riana hanya membaca siapa yang menelepon kamu, kamu bisa cek sendiri” “oke Ri, dengarin aku, aku ada masalah sedikit, dan maaf aku harus pergi malam ini juga” “mas malam ini aja Riana minta kamu temani Riana” “maafin aku Ri, tapi setelah maslah ini selesai aku janji akan selalu sama kalian berdua” Ucap Adrian berjalan mundur perlahan, tak ada jawaban apapun

