Part 43

1910 Kata

 Adriana menyeka mulutnya kasar makin hari tubuhnya makin tak karu-karuan, ia seperti tak mengenal tubuhnya kenapa lagi saat ini. Dengan sekuat tenaga Adriana bangkit dari jongkoknya, memaksakan tubuhnya untuk berjalan keluar dari kamar mandi. “angkat dong mas” ucap Adriana lemas, sudah berkali-kali ia menghubungi suaminya tapi tak ada satupun panggilannya yang dijawab oleh laki-laki tersebut, sudah hampir satu bulan belakang hubungna mereka terasa hambar, meskipun Adrian di sekitarnya ia merasa jauh entah karena apa, meski begitu laki-laki yang berstatus ayah dari Lentera tersebut tetap menyayangi puterinya secara penuh. Adriana berusaha berfikir posisif tak ingin berspekulasi apapun, kendati hatinya sering terkoyak saat ia membutuhkan laki-laki itu tapi suaminya seolah tak tersentuh Ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN