Adriana tengah sibuk dengan daftar menu makanan yang akan menjadi menu makanan acara pertunangan Indah yang akan di lakukan dua minggu lagi. Dian meminta bantuan menantunya untuk mempersiapkan pertuangan anak gadis satu-satunya. Pertunangan tersebut di lakukan di salah satu “kamu istirahat dulu Ri, Lentera biar sama mama dulu. Wajah kamu pucat banget atau kamu mau pulang duluan?” tanya Dian sambil menimang Lentera yang mulai bergerak gelisah “enggak masalah kok mah, Riana cuma kecapean aja akhir-akhir ini Lentera sering kebangun kalau malam mah, mau tidur lagi hampir subuh” “Rian bantuin kamu kan?” “bantuin kok mah” dusta Adriana, setiap sang anak terbangun di tengah ia segera menjauhkan dari Adrian. Ia tak ingin suaminya terbangun dan berjaga bersama dirinya. “Riana kalau kamu

