Haechan dengan asiknya menjilati dan menciumi semua daerah leher dan wajah Mark di depannya. "Hentikan, Haechan. Kau sudah melakukannya sejak tadi, tak ada lagi bagian wajahku yang belum kau sentuh.' Keluh Mark yang sulit konsentrasi dibuatnya. "Oh ayolah. Markeu, Jaemin sudah kembali dan kau masih sibuk dengan pekerjaanmu? Bahkan Jeno sudah mengirimkan undangannya." Balas Haechan tak menghentikan kegiatannya. Karena masih belum juga digubris oleh Mark, akhirnya ia pun mencoba hal baru. Haechan yang duduk dipangkuan Mark selagi ia sibuk dengan pekerjaannya, menggapai telinga Mark yang memerah kemudian menggigitnya. "Akh.. Apa yang kau lakukan?" Ujar Mark kaget dan sedikit tersentak merasakan hal seperti itu pertama kalinya. "Hentikan pekerjaanmu, dan pesan tiket sekarang! Atau aku tak

