8 tahun yang lalu.. Seminggu setelah kepergian Jeno. Jaemin masih belum mampu untuk mengabaikan atau sekedar untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Ia meringkuk di kamar Jeno di Klub Menembak. Jaemin mendengar suara pintu terbuka kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, ia menghela nafas karena gangguan itu. "Pergilah, aku tidak ingin diganggu." Ujar Jaemin, yakin bahwa itu adalah teman-temannya yang selama seminggu ini mencoba untuk membawanya keluar. "Kau yakin menyuruhku pergi, bocah?" Jaemin mendengar suara bariton yang tak asing di telinganya. Jaemin menyibak selimutnya dan bangkit untuk melihat siapa yang mengganggu nya. Jaemin memicing untuk melihat orang itu karena kamar ini yang gelap tanpa pencahayaan. "Paman Yunho..." Ujar Jaemin dengan berat, memang tidak ada

