"Humph." Tolak Jaemin untuk menjawab. Jeno yang masih memejamkan matanya namun sudah dapat merasakan penolakan Jaemin, terpaksa membuatnya membuka matanya. Jeno menghela nafas, namun kemudian dengan sekali tarik ia menarik tubuh Jaemin agar menempel erat dengan dadanya, membuat hasrat Jeno kembali naik hanya dari aroma tubuh Jaemin yang laknat menghasutnya. "Jangan membuatku menggunakan hard way, Jaem." Ujar Jeno, kemudian menempelkan bibirnya di leher belakang Jaemin dan mulai menghisap kuat menambah bekas merah disana. "Hentikan, Jen.. Whaaa.." Jaemin hampir teriak saat tangan Jeno menelusup diantara selangkangannya untuk menggenggam penisnya, namun dengan cepat Jeno memasukkan kedua jarinya di mulut Jaemin agar menahan suaranya. Saliva Jaemin mulai membasahi tangan Jeno, dan geraka

