Jeno memasuki ruang kerjanya. Terlihat Jihoon, Woojin dan satu orang lainnya. Ia berjalan lurus ketempat duduknya. Ia meyilangkan kakinya sebelum menatap tajam pada Minhyun.
"Kenapa kau tak memberi peringatan bahwa kalian mengirim agent lain?" Suara Jeno terdengar sangat rendah. Suasana hati Jeno saat ini sangat buruk, hingga rasanya ia ingin membantai seseorang.
"Maaf, Jeno. Tapi agent kali ini, bahkan aku sendiri tidak menerima laporan mengenai misinya. Ia salah satu agent tingkat tinggi yang menerima perintah langsung dari Presiden. Informasinya tak bisa kuakses, tapi satu hal yang kudapat hanya Code Name nya, Noir." Jelas Minhyun.
"Bahkan kau tak bisa mengakses informasinya?" Jeno menaikkan alisnya.
"Dalam lingkungan kami, mereka disebut Death Sentence karena misi mereka hanyalah menyingkirkan orang-orang yang membahayakan secara National maupun Internasional. Mereka di didik terpisah dari agent biasa, tak ada yang tahu latihan macam apa yang mereka jalani, dan satu syarat untuk mereka adalah melepas semua hubungan mereka dengan dunia luar. Mereka yang masuk disana, bagi keluarga maupun relatif nya dinyatakan hilang, gagal dalam misi, kecelakaan dan lainnya. Seakan hidup mereka pun hanya untuk Negara." Jelas Minhyun.
Jeno menyerngit kan dahinya, sehebat itukah mereka? Lalu bagaimana bisa Jihoon menangkap Jaemin semudah itu? Apa Jaemin sengaja tertangkap? Apa misi Jaemin sebenarnya? Siapa Jaemin sebenarnya?
"Jika mereka mengirim orang semacam itu ke tempatmu artinya kau sudah termasuk daftar orang-orang yang mengancam Negara." Suara Minhyun seakan membuyarkan pikirannya.
"Ya, Aku tahu itu. Untuk sementara hentikan semua aktifitas organisasi." Ujar Jeno.
"Aku lelah, kalian pulanglah. Kerja bagus semuanya." Lanjut Jeno sebelum berjalan lemas keluar ruangannya.
Jeno memasuki kamar tidurnya, ia menghampiri meja kerja disana. Ia menatap kosong pada laptop di depannya. Ia tak tahu apa yang dilakukan Jaemin semalam dengan laptopnya, saat ia ingin memeriksanya namun Jaemin menghapus bersih jejaknya.
Jeno berjalan kembali ke ruangan tempat Jaemin masih terikat disana. Ia melihat Jaemin yang mengerang lemas karena merasa tak puas dengan hanya butt plug di lubangnya.
Jaemin mendongak begitu mendengar suara pintu terbuka. Ia menatap Jeno dengan mata yang dipenuhi nafsu, memohon untuk dipuaskan.
"What a lewd face." Ujar Jeno sambil menarik dagu Jaemin yang sudah basah dengan salivanya. Jeno melepas gagball yang mencegah Jaemin untuk bersuara.
"Tell me, what do you want?"
"I want You, please.." jawab Jaemin dengan suara memohon.
"Beg me." Ujar Jeno kemudian melepas ikatan di tangan Jaemin. Begitu tangan Jaemin bebas, ia menungging memperlihatkan lubangnya pada Jeno.
"Punish me, Master. Mess me up, c*m a lot in my ass. Do me hard.. Pleasee.." Ujar Jaemin, seakan lupa tujuannya. Nafsunya tak bisa menolak kerinduannya akan keberadaan Jeno di dalamnya. Jeno tersenyum miring melihat Jaemin yang memohonnya seperti itu.
"Aku tak tahu lagi kau ini agent atau prostitusi." Sarkas Jeno, kemudian menyeret Jaemin ke tempat tidur kemudian menghempaskannya begitu saja. Jaemin sedikit meringis saat Jeno melepas butt plug di lubangnya begitu saja.
"Aakkh." Jaemin teriak tertahan, saat Jeno melepas penjepit p****g dengan menariknya kasar.
Air mata Jaemin mengalir hanya dari itu, Jeno tak berhenti. Ia menjilat dan seseklai menggigit p****g Jaemin yang memerah dan mencuat akibat perbuatannya. Jaemin menahan desahannya karena rasa perih yang justru membuatnya tegang.
"Penismu tegang hanya karena ini, That's my M." Ujar Jeno sambil melepas pakaiannya membuat Jaemin meneguk ludahnya.
"Now let's begin our session." Bisik Jeno kemudian menahan tangan Jaemin diatas kepalanya dan memasang borgol disana. Ia kemudian mengarahkan penisnya ke lubang Jaemin.
"Wait, you'll tear me up if you put it in now." Cegah Jaemin, melihat p***s Jeno yang lebih besar dari sebelumnya karena sudah tegang sepenuhnya.
"Hm, kau benar. Kalau begitu jawab pertanyaanku.. Jika kau menjawab selain yang kuinginkan, kau tahu akibatnya kan?" Ujar Jeno sambil menaruh telunjuknya di mulutnya sambil menatap penuh niat di matanya.
"Apa? Apa yg ingin kau tany.." Jaemin tercekat karena Jeno memotongnya dengan pertanyaan yang tak ingin dijawabnya.
"Siapa kau sebenarnya?" Ujar Jeno..
***
To Be Continued..