Jeno menutup mata di meja kerjanya sambil bersandar pada kursinya. Ia mendengar suara langkah kaki halus menuju kearahnya. Kemudian sentuhan lembut dirahangnya akhirnya membuatnya membuka mata. Jaemin berdiri di sampingnya, hanya tertutup kain yang ia berikan sebelumnya. "Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau belum pergi?" Tanya Jeno menghadap Jaemin. "Kau sungguh ingin begitu? Apa kau marah aku menyembunyikan tujuanku?" Tanya Jaemin dengan mata sendu. "Aku tak pernah marah padamu, Jaem. Oleh karena itu, kulepaskan dirimu." Ujar Jeno sambil meraih pipi Jaemin. Jaemin secara refleks menyandarkan wajahnya ditangan hangat Jeno. "Kenapa kau melepaskanku? Apa kau tidak takut aku akan menghancurkanmu dengan semua informasi yang kudapat?" Tanya Jaemin mendekatkan diri pada Jeno. "Aku bers

