bc

Tergoda Calon Adik Ipar

book_age18+
118
IKUTI
1K
BACA
dark
love-triangle
one-night stand
family
love after marriage
fated
forced
opposites attract
friends to lovers
badboy
kickass heroine
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
bxg
serious
kicking
bold
campus
office/work place
cheating
childhood crush
secrets
affair
friends with benefits
professor
wild
like
intro-logo
Uraian

Atena Rosalie Djatmiko tumbuh tanpa kasih sayang orang tua. Kiara, kakak tirinya lah yang merebut kasih sayang ibu kandungnya.

Saat Atena akhirnya menemukan cinta pada sosok Romeo, dosennya sendiri, takdir justru menertawakan dia. Pria yang sangat Atena cintai selama bertahun-tahun, justru datang ke rumah sebagai calon suami kakak tirinya.

Hati Atena hancur lebur!

Dan Atena memutuskan satu hal : "Jika aku tak bisa mendapatkan Pak Romeo dengan cara yang baik, maka aku akan mendapatkannya dengan cara yang jahat! Pokoknya Pak Romeo harus jadi suamiku, bukannya jadi kakak iparku!"

Dan pada akhirnya, satu jebakan mengikat Romeo dalam pernikahan yang tak pernah pria itu bayangkan dan inginkan. Satu malam mengubah status mereka menjadi suami istri.

Romeo membenci Athena.

Tapi Atena dengan setia mencintai Romeo.

Kini mereka terperangkap dalam hubungan beracun, antara ranjang yang panas, tatapan penuh kebencian, dan obsesi yang semakin tak terkendali.

Akankah cinta yang lahir dari jebakan berakhir sebagai candu … atau kehancuran?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Menjebak Pria Yang Kucintai
"Hah! Melelahkan sekali hari ini," gumam Atena seraya melangkah gontai masuk ke dalam rumah. Sebenarnya, beban tugas-tugas kuliah dan kerja part time terasa tak sebanding dengan kekosongan yang selalu dia rasakan setiap kali menginjakkan kaki di bangunan mewah yang tak pernah terasa seperti rumah ini. Langkah Atena terhenti seketika. Jantungnya serasa mencelos saat melihat sosok pria yang duduk di sofa ruang tamu. Pria itu memakai kemeja biru gelap yang pas sekali di tubuhnya yang kekar, tatanan rambut rapi, dan tatapan tajam itu — sosok yang selalu dia puja dari barisan kursi mahasiswa paling depan. "Wah ... Atena sudah pulang." Itu suara Hanin, ibu kandung Atena yang meski terdengar ramah dan memasang senyum, tapi Athena jelas tahu jika itu adalah keramah-tamahan dan senyum palsu. "Tara ... kejutan untukmu, Dek!" Kiara, kakak tiri Atena tersenyum lebar, dia melingkarkan tangannya ke lengan tangan pria yang duduk di sebelahnya dengan posesif. "Kakak sebenarnya sudah satu tahun pacaran sama dosenmu. Kamu pasti kaget kan, lihat Pak Romeo di rumah ini." Dunia Atena seolah runtuh di tempat dia berpijak. "Dan sebentar lagi, kami akan menikah," lanjut Kiara sembari menyandarkan kepala di bahu Romeo. Atena terpaku. Dadanya terasa semakin sesak, itu adalah sensasi perih yang lebih tajam dari sekadar pengabaian ibu kandungnya sendiri. Pria yang menjadi alasan satu-satunya Atena semangat berangkat ke kampus, pria yang diam-diam dia cintai sejak semester satu, kini berdiri di sana sebagai calon kakak iparnya. "Atena ...? Kamu kenapa? Kok kamu malah bengong?" tanya Sandi, ayah tirinya. "Ayo, sapa calon kakak iparmu!" "Eng—nggak apa-apa, Pah. Saya cuma kaget karena tiba-tiba kedatangan Pak Dosen di rumah," sahut Atena lirih, lalu dia membungkuk hormat. "Selamat sore, Pak Romeo. Saya permisi dulu mau ganti baju." "Selamat sore, Atena. Silakan," ujar Romeo dengan senyum ramah yang biasanya membuat jantung Atena berdebar, tapi kini justru terasa seperti sembilu. Atena melangkah cepat ke kamar. Setelah masuk, dia mengunci pintu dan bersandar di sana. Tubuhnya merosot hingga terduduk di lantai yang dingin.nIsak tangis yang sedari tadi dia tahan di tenggorokan pecah seketika. Di dalam kamar itu, Atena mengeluarkan ponsel, mengklik galeri dan menatap foto-foto candid Romeo yang dia ambil secara diam-diam saat di kampus. Rasa sesak itu berubah menjadi panas yang membakar. Dia teringat bagaimana tangan Kiara melingkar di lengan pria itu — lengan yang seharusnya menjadi tempatnya bersandar. Atena menghapus air mata dengan kasar. Tatapannya yang semula rapuh perlahan berubah menjadi tajam dan gelap. Dia menatap pantulan dirinya di cermin sambil bergumam dengan suara yang bergetar dan penuh penekanan. Mata sembabnya kini memancarkan api obsesi yang mengerikan. "Kamu boleh ambil Ibuku, Kak! Tapi kamu tidak akan pernah bisa mengambil pria yang aku cintai! Tidak akan pernah!" *** Beberapa hari kemudian .... Suasana kampus sore itu mulai lengang, saat melihat Romeo berjalan menuju parkiran, Atena segera memasang wajah panik. "Pak Romeo!" panggil Atena dengan nada memelas. "Aduh ... Pak, motor saya tiba-tiba macet. Padahal saya harus segera pulang. Bisa tolong antar saya?" Romeo tersenyum dan mengangguk di hadapan calon adik iparnya itu. "Ayo, sekalian nanti aku kasih kejutan ke Kiara." Atena tersenyum tipis sambil membatin, "Yes! Ternyata dia mudah sekali terjebak." Di dalam mobil SUV milik Romeo, suasana terasa cukup canggung bagi Romeo, tapi sangat mendebarkan bagi Atena. Aroma parfum maskulin Romeo memenuhi kabin, membuat Atena diam-diam menghirup udara sebanyak mungkin, seolah ingin menyimpan aroma itu di dalam paru-parunya. Romeo melirik ke arah Atena lalu dia berkata, "Jujur saja, Atena, sampai sekarang aku masih merasa lucu dengan takdir ini. Nggak nyangka aku bakal jadi kakak ipar mahasiswiku sendiri." Atena menoleh, menatap profil samping wajah Romeo yang terlihat sempurna di bawah cahaya senja. "Iya, Pak. Saya juga tidak menyangka kalau dosen favorit saya di kampus bakal jadi kakak ipar saya." "Nggak usah ngomong formal, Atena! Ini kan sudah di luar kampus. Rasanya aneh dipanggil 'Pak' sementara kita sebentar lagi akan segera jadi keluarga," ujar Romeo dengan nada santai dan ramah. "Mulai sekarang, tolong anggap aku Abangmu, oke!" Atena tersenyum, meski hatinya berdenyut perih mendengar kata 'Abang'. Itu bukan posisi yang dia inginkan. "Baik, Pak Ro ... Eh ... maksudku, Bang Romeo." "Nah, begitu lebih enak didengar," sahut Romeo tanpa menyadari tatapan penuh arti dari gadis di sampingnya. "Kiara sering bercerita tentang kamu. Kata dia kamu itu adik yang pendiam, dingin dan tidak mudah didekati. Aku juga sering diam-diam mengamati kamu ketika di kampus. Itu sebabnya aku menahan diri untuk tidak menyapa kamu karena aku takut kamu nggak suka sama aku. Ternyata kamu malah mendekati aku lebih dulu. Jujur aku seneng banget hari ini karena kamu minta aku mengantar kamu pulang ke rumah." Atena hanya mengangguk kecil, tangannya meremas tali tasnya dengan kuat sambil membatin, "Ah ... jadi kamu seneng ya aku dekati?" Sesampainya di rumah, suasana sunyi senyap. Itu karena Hanin, Sandi, dan Kiara sedang pergi ke mall, berbelanja untuk kebutuhan pernikahan Kiara dan Romeo. "Duduk dulu, Bang! Saya buatkan minum ya," ujar Atena lalu pergi ke dapur. Di dapur, Atena mengambil sebuah gelas berbentuk cantik. Tangannya bergerak dengan tenang, tapi matanya memancarkan kilat determinasi yang tajam. Dia menuangkan jus jeruk segar ke dalam gelas itu, lalu merogoh saku celana jinsnya. Sebuah botol kecil berisi cairan bening dia keluarkan. Dengan perlahan, dia meneteskan cairan bening itu ke dalam gelas. "Jika keluargaku mengabaikanku, maka aku akan menciptakan keluarga kecilku sendiri. Dan di keluargaku, hanya ada aku dan kamu, dan anak-anak kita nanti Bang Romeo!" gumamnya sambil mengaduk minuman itu. "Oke, ayo beraksi!" Atena menarik napas panjang, merapikan rambutnya di depan pantulan pintu kulkas, lalu memasang wajah polosnya kembali. Dia berjalan menuju ruang tamu dengan nampan di tangannya. "Ini minuman spesial buat Bang Romeo," ucap Atena dengan suara lembut, seolah dia adalah adik ipar paling manis di dunia. Romeo, yang memang merasa haus, menerima gelas itu tanpa curiga sedikit pun. "Terima kasih, Atena. Kamu baik sekali." Atena berdiri di sana, memperhatikan jakun Romeo yang naik turun saat meminum cairan itu hingga tandas sambil membatin, "Minumlah, Sayang ... dan tidurlah yang nyenyak, lalu saat kamu bangun nanti, kamu bukan lagi milik kakak tiriku yang menyebalkan itu, tapi jadi milikku!" Hanya dalam sepuluh menit, kepala Romeo mulai terkulai. Namun, dia belum sepenuhnya pingsan. Matanya mengerjap sayu, kesadarannya tersisa sekitar sepuluh persen. Atena merangkulkan lengan Romeo yang berat ke bahunya. Dengan sekuat tenaga, Atena memapah tubuh itu. Romeo yang setengah sadar hanya bisa melangkah gontai mengikuti tarikan Atena masuk ke dalam kamar gadis itu yang berada di sudut rumah. Begitu sampai di ranjang, Atena merebahkan Romeo. Dengan napas terengah karena kelelahan, dia menutup pintu, membiarkannya tertutup rapat tapi tidak dikunci. Atena bergerak cepat. Dia melucuti pakaian Romeo hingga tak bersisa, lalu menanggalkan pakaiannya sendiri. Kemudian dia menyusup ke dalam selimut, memeluk tubuh pria yang sangat dia cintai itu. Beberapa jam kemudian, suara mobil menderu. Hanin, Sandi, dan Kiara masuk ke rumah dengan tawa ceria. "Lho, di mana Bang Romeo, mobilnya ada tapi kok orangnya nggak ada?" tanya Kiara heran melihat ruang tamu yang kosong. Mereka mencari ke seluruh ruangan hingga sampailah di depan kamar Atena. Kiara melihat pintu kamar adik tirinya itu tertutup. Rasa curiga dan gelisah menganggunya, lalu tanpa berpikir panjang dia mendorong pintu itu dengan keras diikuti oleh Hanin dan Sandi. Pemandangan di dalam kamar itu menghancurkan segalanya. Romeo tersentak bangun, kepalanya masih terasa sangat berat dan linglung. Dia terkejut mendapati dirinya telanjang di bawah selimut bersama mahasiswanya sendiri. Sementara Atena buru-buru duduk, sambil menarik selimut untuk menutupi dadanya, tubuhnya dibuat gemetar ketakutan sambil pura-pura menangis. "Maaf, Kak ... maafkan aku. Sebenarnya, Bang Romeo dan aku sudah lama bermain di belakangmu. Kami ... kami sudah sering bercinta. Dia bilang dia lebih mencintaiku dari pada kamu." "Tega kamu, Atena!" teriak Kiara histeris. Detik berikutnya, pandangan Kiara menggelap. Tubuhnya ambruk, pingsan di depan pintu kamar yang menjadi saksi kehancuran wedding dream-nya bersama orang yang sangat dia cintai.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
19.8K
bc

TERNODA

read
200.5K
bc

Kali kedua

read
219.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
79.7K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook