Atena tidak menjawab dengan kata-kata, dia justru memberikan senyuman menantang yang sangat manis. Jemarinya merambat naik, menyentuh rahang tegas Romeo lalu berakhir dengan mengusap bibir bawah suaminya yang masih sedikit basah. Seolah mendapatkan sinyal lampu hijau, Romeo tidak lagi menahan diri. Dengan satu gerakan yang sangat cepat dan bertenaga, dia mengangkat tubuh Atena, memutar posisinya hingga kini wanita itu duduk mengangkang di pangkuan, berhadapan dengannya. Buku catatan dan pulpen yang tadi dipegang Atena tersenggol jatuh ke lantai, terlupakan begitu saja. Romeo mencengkeram tengkuk Atena, menarik wajah istrinya mendekat, dan tanpa berpikir lagi, dia membungkam bibir itu dengan ciuman yang meledak-ledak. Kali ini bukan sekadar lumatan lembut, melainkan ciuman yang sangat m

