Romeo berdeham, dia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Rafael itu suka melebih-lebihkan cerita. Aku cuma tidak suka kalau mereka berisik saat aku sedang berkonsentrasi. Dulu kan aku sedang mempersiapkan olimpiade matematika." "Tapi Meona kan suka mengeong." Atena mempersempit jarak di antara mereka. "Abang nggak akan buang Meona, kan? Abang nggak akan pisahin kami berdua, kan?" Romeo terdiam sejenak. Dia menatap Atena, lalu beralih ke Meona yang ada di pelukan istrinya. Kedua sudut bibirnya berkedut sedikit, hampir membentuk senyuman. "Enggak," jawab Romeo dingin, tangannya terulur, mengusap puncak kepala Meona hingga jemarinya secara tidak sengaja bersentuhan dengan jari-jari Atena. "Lebih baik dengar Meona mengeong daripada denger suara kamu menangis." Sentuhan jari Romeo di atas pu

