Ayah Cempaka? Akbar melihat wajah santai Marsudi, tingkah yang diperlihatkan oleh Marsudi ini bagaikan bos yang memiliki perusahaan itu. Namun, Akbar tak terlalu mempermasalahkan hal itu. Dia hanya menekan tombol enter pertanda bahwa dia telah tahu. Orang yang memberitahu hal tersebut pergi menjauh dari pintu rumah Akbar. *** Satpam a dengan cepat membuka palang pintu. Mobil bos benar-benar datang lagi ke kantor! "S-selamat siang, Pak Akbar," sapa satpam menahan takut. Mobil itu masuk ke perusahaan. "Fiuuhh …." Satpam a mengembuskan nafas lega setelah mobil sang bos jauh darinya. Satpam a melihat ke arah dua temannya yang lain. "Aku kok malah lebih takut sekarang yah kalau Bapak tadi bicara." "Sama, kita juga," balas mereka. Marsudi melihat-lihat di sekelilingnya, dia manggut-ma

